Ingin Bebas Asap, Selandia Baru Bakal Larang Penjualan Rokok

Sabtu, 17 April 2021 - 06:33 WIB
loading...
Ingin Bebas Asap, Selandia...
Selandia Baru bakal melarang penjualan rokok agar negara itu bebas asap. Foto/Ilustrasi
A A A
WELLINGTON - Selandia Baru saat ini sedang mempertimbangkan serangkaian proposal yang bertujuan untuk menghapus rokok di negara tersebut, termasuk inisiatif radikal yang akan melarang penjualan tembakau kepada seluruh generasi.

Di bawah Rencana Aksi Smokefree Aotearoa 2025 negara itu, Selandia Baru berharap untuk secara bertahap meningkatkan usia legal merokok dan pada akhirnya melarang penjualan rokok kepada siapa pun yang lahir setelah 2004.

Inisiatif ini juga menyerukan pengurangan signifikan pada tingkat nikotin yang diperbolehkan dalam tembakau dan memberlakukan pembatasan di mana rokok dapat dijual. Pemerintah Selandia Baru juga akan menetapkan harga minimum untuk semua produk tembakau.

Seperti yang ditunjukkan oleh namanya, tujuannya adalah untuk menghentikan penggunaan tembakau di negara tersebut selama beberapa tahun ke depan, menciptakan Selandia Baru yang "bebas asap" pada tahun 2025.

Baca juga: Pengusaha Hong Kong Divonis Penjara 14 Bulan karena Protes Pro-Demokrasi

Kementerian Kesehatan negara tersebut menjelaskan bahwa meskipun tingkat merokok telah menurun selama dekade terakhir, banyak pekerjaan masih harus dilakukan, terutama untuk mengurangi penggunaan tembakau di antara masyarakat Maori, Pasifik dan mereka yang tinggal di komunitas yang paling kurang beruntung.

Warga Selandia Baru telah diundang untuk "memberikan umpan balik" tentang rencana aksi, yang secara resmi dirilis pada hari Kamis. Warga memiliki waktu hingga 31 Mei untuk berbagi pemikiran mereka tentang masalah tersebut sebelum memasuki tahap berikutnya untuk menjadi undang-undang.

Menteri Kesehatan Ayesha Verrall mengatakan bahwa sekitar 4.500 warga Selandia Baru meninggal setiap tahun akibat penyakit terkait tembakau dan pemerintah berkomitmen untuk "mempercepat kemajuan" dalam memerangi merokok.

“Kami membutuhkan pendekatan baru. Bisnis seperti biasa tanpa program pengendalian tembakau tidak akan membawa kami ke sana,” ujar Verall seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (17/4/2021).

Baca juga: Orangtua di AS Ingin Nikahi Anak Kandung, Gugat UU yang Larang Kawin Sedarah

Meskipun inisiatif ini dipuji oleh beberapa kelompok advokasi, hal ini bukannya tanpa kritik. Beberapa telah memperingatkan bahwa membatasi penjualan tembakau akan membuat pemilik toko bangkrut. Pembatasan tersebut juga dapat memicu pasar gelap yang tidak diatur untuk produk tembakau. Pemerintah Selandia Baru bahkan telah mengakui bahwa jumlah produk tembakau yang diselundupkan ke dalam negeri telah meningkat secara substansial dalam beberapa tahun terakhir.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta Queenstown di...
6 Fakta Queenstown di Selandia Baru yang jadi Kota Persiapan Hadapi Kiamat
Teroris Brenton Tarrant...
Teroris Brenton Tarrant Pembantai 51 Muslim Ajukan Banding dengan Alasan Hukumannya Tak Manusiawi
Deretan Negara-negara...
Deretan Negara-negara yang Pertama Kali Merayakan Tahun Baru 2026
7 Negara yang Akan Buat...
7 Negara yang Akan Buat Orang Jatuh Cinta Lagi pada Dunia
4 Negara Tanpa Agama...
4 Negara Tanpa Agama Negara, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Rakyat Selandia Baru...
Rakyat Selandia Baru Marah Besar ketika Pemerintahannya Tak Akui Negara Palestina
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Dasar Laut Terangkat...
Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter, Gempa Dahsyat M7,8 Ubah Peta Pesisir Filipina
Rekomendasi
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Regenerasi Kulit Jadi...
Regenerasi Kulit Jadi Tren Baru Perawatan Estetika Modern
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Berita Terkini
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved