Ukraina Tak Gentar dengan Tekanan Rusia

Minggu, 11 April 2021 - 13:32 WIB
"Api permusuhan yang dibakar oleh Rusia hanya untuk dijinakkan dengan cara politik dan diplomatik. Ukraina awalnya bertujuan untuk cara beradab mengembalikan wilayah yang diduduki sementara. Namun, tidak boleh ada kompromi dalam hal membela kepentingan Ukraina," tambahnya seperti dikutip dari The Hill, Minggu (11/4/2021).

Pernyataan itu menandai lonjakan terbaru dalam meningkatnya ketegangan antara Kiev dan Moskow.

Kemudian dalam pernyataannya, Taran meminta negara-negara Barat untuk menolak ancaman terbaru Rusia, mengakui bahwa Ukraina sendiri akan terlalu lemah untuk memerangi agresi negara itu.

"Federasi Rusia harus memahami bahwa setiap agresi dan eskalasi aktif dalam hal lingkungan keamanan akan mengarah pada tanggapan yang jelas dan kuat dari komunitas internasional. Mekanisme paling meyakinkan dan efektif untuk menyajikan posisi yang tegas, berkelanjutan dan tanpa kompromi dari dunia internasional kepada pejabat Moskow, khususnya negara-negara Eropa dan Euro-Atlantik mendukung Ukraina," ucap Taran.

Baca juga: Rusia-Ukraina Bersitegang, AS Pertimbangkan Kirim Kapal Perang ke Laut Hitam
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!