Pengakuan Eks Diplomat Amerika: Teroris HTS Aset AS di Idlib Suriah

Senin, 05 April 2021 - 11:41 WIB
Smith bertanya kepada Jolani mengapa orang harus menganggapnya sebagai pemimpin di Suriah jika dia telah ditetapkan sebagai teroris oleh AS, PBB dan negara lain. Jolani menyebut penunjukan teroris itu sebagai keputusan "tidak adil" dan "politis".

Jolani mengatakan bahwa meskipun dia telah mengkritik kebijakan Barat terhadap Timur Tengah, "Kami tidak mengatakan kami ingin berperang."

Baca juga: Inilah Pangeran Hamzah yang Dituduh Perencana Kudeta Kerajaan Yordania

Jolani mengatakan keterlibatannya dengan al-Qaeda telah berakhir, dan bahkan di masa lalu kelompoknya menentang melakukan operasi di luar Suriah.

Wawancara itu berlangsung di provinsi Idlib, di mana HTS telah bekerja untuk membangun otoritas sipil melalui apa yang disebut "pemerintahan keselamatan".

Idlib, salah satu kantong perlawanan terakhir yang tersisa terhadap rezim Assad, telah menjadi rumah bagi sekitar 3 juta warga sipil, banyak di antaranya melarikan diri dari bagian lain Suriah.

Selama beberapa tahun terakhir, Idlib mendapat serangan dari pasukan Suriah, Rusia, dan Iran, di mana Turki mendukung kelompok oposisi—termasuk dan terkadang kelompok Jolani. Langkah Turki ini membingungkan karena negara itu juga menetapkan HTS sebagai kelompok teroris.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!