Muak dengan Pembajakan, Maersk Minta Bantuan Militer Perangi Perompak
Sabtu, 06 Maret 2021 - 01:53 WIB
"Siapa yang lebih baik dari orang Prancis?" Ross mengatakan, menyoroti kepentingan historis dan kehadiran reguler negara UE di kawasan itu.
Sumber pemerintah Prancis mengatakan kepada AFP bahwa Paris saat ini tidak membayangkan operasi maritim Eropa di sepanjang garis operasi Atalanta di Afrika Timur, sebaliknya menunjuk pada keberadaan "kehadiran maritim terkoordinasi" (CMP) di daerah tersebut.
"Orang Denmark dipersilakan bergabung dengan CMP dan memberikan kontribusi," kata sumber itu.
Baca juga: Jutaan Cerpelai Dibantai, PM Denmark Menangis dan Minta Maaf
Diluncurkan Januari ini, CMP yang dipimpin Uni Eropa melibatkan Prancis, Spanyol, Italia, dan Portugal, dan menyediakan sumber daya untuk kapal militer yang sudah berada di teluk, sebagai imbalan atas informasi dan pembagian intelijen.
Tetapi tanpa mandat bagi kapal CMP untuk campur tangan dalam serangan, peneliti Jessica Larsen dari Institut Hubungan Internasional Denmark yakin prakarsa UE tersebut kurang dari intervensi yang diharapkan Denmark.
"Tampaknya ada kurangnya kemauan politik untuk melancarkan operasi militer dari pihak Eropa," katanya kepada AFP.
Ia menambahkan negara-negara di kawasan itu sama-sama peduli tentang menjaga kedaulatan, membuat mereka enggan menjadi tuan rumah operasi Eropa.
"Nigeria tidak mungkin menyambut koalisi angkatan laut internasional karena ini akan berfungsi untuk menyoroti kurangnya upaya kontra pembajakan Nigeria," kata Munro Anderson, dari perusahaan keamanan maritim Dryad Global, kepada AFP.
Sumber pemerintah Prancis mengatakan kepada AFP bahwa Paris saat ini tidak membayangkan operasi maritim Eropa di sepanjang garis operasi Atalanta di Afrika Timur, sebaliknya menunjuk pada keberadaan "kehadiran maritim terkoordinasi" (CMP) di daerah tersebut.
"Orang Denmark dipersilakan bergabung dengan CMP dan memberikan kontribusi," kata sumber itu.
Baca juga: Jutaan Cerpelai Dibantai, PM Denmark Menangis dan Minta Maaf
Diluncurkan Januari ini, CMP yang dipimpin Uni Eropa melibatkan Prancis, Spanyol, Italia, dan Portugal, dan menyediakan sumber daya untuk kapal militer yang sudah berada di teluk, sebagai imbalan atas informasi dan pembagian intelijen.
Tetapi tanpa mandat bagi kapal CMP untuk campur tangan dalam serangan, peneliti Jessica Larsen dari Institut Hubungan Internasional Denmark yakin prakarsa UE tersebut kurang dari intervensi yang diharapkan Denmark.
"Tampaknya ada kurangnya kemauan politik untuk melancarkan operasi militer dari pihak Eropa," katanya kepada AFP.
Ia menambahkan negara-negara di kawasan itu sama-sama peduli tentang menjaga kedaulatan, membuat mereka enggan menjadi tuan rumah operasi Eropa.
"Nigeria tidak mungkin menyambut koalisi angkatan laut internasional karena ini akan berfungsi untuk menyoroti kurangnya upaya kontra pembajakan Nigeria," kata Munro Anderson, dari perusahaan keamanan maritim Dryad Global, kepada AFP.
(ian)
Lihat Juga :