Jutaan Cerpelai Dibantai, PM Denmark Menangis dan Minta Maaf
Jum'at, 27 November 2020 - 08:19 WIB
loading...
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menangis dan minta maaf atas penanganan krisis cerpelai terkait mutasi virus corona baru. Foto/Ritzau Scanpix via REUTERS
A
A
A
KOPENHAGEN - Perdana Menteri (PM) Denmark, Mette Frederiksen, menangis dan secara pribadi meminta maaf atas pembantaian jutaan ekor cerpelai yang dibesarkan di peternakan.
Data terbaru menunjukkan dua pertiga dari perkiraan antara 15 juta hingga 17 juta ekor satwa itu dimusnahkan karena kekhawatiran adanya mutasi virus corona baru (Covid-19). (Baca: Dicap Bawa Virus Corona, 2,5 Juta Cerpelai Dibantai di Denmark )
Kepala pemerintahan Denmark mengunjungi seorang peternak cerpelai di kota Kolding, yang hewannya disuntik mati meskipun dalam keadaan sehat. Ironisnya, terbukti bahwa pemerintah tidak memiliki hak hukum untuk melakukan pemusnahan jutaan satwa tersebut.
"Saya tidak punya masalah dengan meminta maaf atas jalannya kegiatan, karena kesalahan telah dibuat," kata Frederiksen kepada penyiar TV2.
Terlihat emosional, Frederiksen berhenti beberapa kali untuk menyeka air mata, dan menekankan bahwa penting untuk diingat bahwa itu bukan kesalahan peternak. (Baca juga: Dibantai Gara-gara Corona, Bangkai-bangkai Cerpelai Bermunculan di Denmark )
Data terbaru menunjukkan dua pertiga dari perkiraan antara 15 juta hingga 17 juta ekor satwa itu dimusnahkan karena kekhawatiran adanya mutasi virus corona baru (Covid-19). (Baca: Dicap Bawa Virus Corona, 2,5 Juta Cerpelai Dibantai di Denmark )
Kepala pemerintahan Denmark mengunjungi seorang peternak cerpelai di kota Kolding, yang hewannya disuntik mati meskipun dalam keadaan sehat. Ironisnya, terbukti bahwa pemerintah tidak memiliki hak hukum untuk melakukan pemusnahan jutaan satwa tersebut.
"Saya tidak punya masalah dengan meminta maaf atas jalannya kegiatan, karena kesalahan telah dibuat," kata Frederiksen kepada penyiar TV2.
Terlihat emosional, Frederiksen berhenti beberapa kali untuk menyeka air mata, dan menekankan bahwa penting untuk diingat bahwa itu bukan kesalahan peternak. (Baca juga: Dibantai Gara-gara Corona, Bangkai-bangkai Cerpelai Bermunculan di Denmark )
Lihat Juga :