Gawat, Perang Iran Bisa Picu Krisis Dunia

Selasa, 05 Januari 2021 - 10:15 WIB
Jika perang, Iran akan kembali menghadapi bencana berkepanjangan. Mata uang Iran pun sudah merosot lebih dari separuh. Media di Iran sudah memperingatkan bahwa ekonomi Iran akan menghadapi kehancuran. Sanksi ekonomi AS melemahkan Iran dari segala arah.

"Iran menghadapi defisit anggaran USD200 juta per pekan. Defisit itu menyebabkan inflasi," kata Majid Rafizadeh, pakar Iran, dilansir Arab News. "Krisis ekonomi Iran disebabkan oleh dikuasai Pasukan Garda Revolusi dan afiliasi, kantor Pemimpin Tertinggi yang menguasai sistem keuangan dan ekonomi Iran," imbuhnya.

Teheran mengalami kesulitan membiayai kelompok milisi di luar negeri. Seperti dilaporkan Middle East Eye, permasalahan finansial menyebabkan Ayatullah Khamenei memerintahkan semua faksi di Irak untuk menghentikan serangan ke kepentingan AS di Iran. (Baca juga: DPR Tagi Penjelasan Pemerintah Soal Penghapusan Formasi CPNS Guru)

Bukan hanya krisis ekonomi di Iran , krisis itu juga akan melebar. Itu dikarenakan pasokan minyak akan terganggu. Harga minyak dunia pun pasti akan mengalami kenaikan tajam. Seluruh dunia akan terkena dampaknya.

Perang Iran juga bisa mengakibatkan konflik berskala luas. Itu dikarenakan Iran memiliki banyak milisi yang berafiliasi baik di Lebanon, Suriah, maupun Irak. Mereka akan membantu Iran meski kondisi keuangan memburuk. Namun, Iran dikenal sebagai negara yang memainkan pihak ketiga dalam berkonflik.

Kekhawatiran mendalam adalah kelompok yang berafiliasi dengan Teheran juga akan melancarkan serangan ke negara yang berafiliasi dengan AS, seperti Israel dan Saudi. Itu bisa menjadi bencana besar yang tentunya sangat diperhitungkan semua pihak yang bertikai. Kelompok yang berafiliasi dengan Iran juga bisa saja melancarkan serangan ke pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Kemudian, perang Iran-AS bisa menjadi ladang baru bagi Rusia yang memiliki kepentingan di Timur Tengah. Selama ini, Rusia merupakan pihak yang selalu mendukung Iran. Moskow memiliki senjata dan kekuatan tempur yang bisa bermain di belakang Iran. Hal itu juga yang dilakukan Rusia di Suriah. Rusia tidak akan membiarkan Iran berperang sendirian. Moskow dapat mengirimkan pasokan senjata dan teknologi militer untuk membantu Iran. (Baca juga: 5 Fakta Parosmia, Gejala Baru Covid-19)

"Permasalahan di kawasan Timur Tengah bukan aktivitas Iran ," kata Duta besar Rusia untuk Israel, Anatoly Viktorov, kepada Jerusalem Post. Konflik di Timur Tengah dikarenakan kurangnya pemahaman antara negara mengenai resolusi PBB tentang konflik Israel-Arab dan Israel-Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!