Azerbaijan-Armenia Tukar Tahanan Perang
Selasa, 15 Desember 2020 - 16:38 WIB
Pertukaran itu difasilitasi oleh penjaga perdamaian Rusia yang telah dikerahkan di dan sekitar Nagorno-Karabakh di bawah kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Moskow. Kesepakatan itu mulai berlaku pada 10 November lalu setelah enam minggu pertempuran.
Tidak diketahui berapa banyak lagi tahanan yang ingin ditukar Azerbaijan dan Armenia.
Pertempuran di Nagormo Karabakh, yang menewaskan lebih dari 5.600 orang dari kedua belah pihak, adalah bentrokan terburuk di wilayah itu sejak awal 1990-an.(Baca juga: Viral, Tentara Azerbaijan Diduga Penggal Pria Tua Etnis Armenia )
Di bawah kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Rusia, beberapa bagian di dalam dan sekitar Nagorno-Karabakh ditempatkan di bawah pemerintahan Azerbaijan setelah hampir 30 tahun dikendalikan oleh pasukan etnis Armenia.
Di Armenia, perjanjian gencatan senjata itu memicu kemarahan dan protes anti-pemerintah. Ribuan orang secara teratur turun ke jalan untuk menuntut penggulingan Perdana Menteri Nikol Pashinian atas penanganannya dalam konflik tersebut.
Ribuan orang berunjuk rasa di ibu kota Armenia pada 14 Desember, meneriakkan "Nikol, pergi!" dan "Armenia tanpa Nikol!"(Baca juga: Demonstran Armenia Serbu Gedung Pemerintah, Desak PM Mundur )
Tidak diketahui berapa banyak lagi tahanan yang ingin ditukar Azerbaijan dan Armenia.
Pertempuran di Nagormo Karabakh, yang menewaskan lebih dari 5.600 orang dari kedua belah pihak, adalah bentrokan terburuk di wilayah itu sejak awal 1990-an.(Baca juga: Viral, Tentara Azerbaijan Diduga Penggal Pria Tua Etnis Armenia )
Di bawah kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Rusia, beberapa bagian di dalam dan sekitar Nagorno-Karabakh ditempatkan di bawah pemerintahan Azerbaijan setelah hampir 30 tahun dikendalikan oleh pasukan etnis Armenia.
Di Armenia, perjanjian gencatan senjata itu memicu kemarahan dan protes anti-pemerintah. Ribuan orang secara teratur turun ke jalan untuk menuntut penggulingan Perdana Menteri Nikol Pashinian atas penanganannya dalam konflik tersebut.
Ribuan orang berunjuk rasa di ibu kota Armenia pada 14 Desember, meneriakkan "Nikol, pergi!" dan "Armenia tanpa Nikol!"(Baca juga: Demonstran Armenia Serbu Gedung Pemerintah, Desak PM Mundur )
Lihat Juga :