Kebijakan Keras Macron Dinilai Membuat Muslim Prancis Terasing

Selasa, 17 November 2020 - 18:11 WIB
Andreas Krieg, pengamat dari School of Security di Institute for Middle Eastern Studies, Royal College of Defense Studies di King’s College London, mengatakan, Prancis di bawah pemerintahan Macron memang menerapkan kebijakan yang keras terhadap Muslim dan ini membuat umat Muslim di negara tersebut terasing.

"Di bawah Macron, Prancis telah mengambil langkah kuat melawan Islam dan Islamisme di bawah panji toleransi dan liberalisme," ucap Krieg, seperti dilansir Anadolu Agency.

"Kebijakan imigrasi Prancis yang didasarkan pada asimilasi daripada integrasi, berarti bahwa Muslim dipaksa untuk berasimilasi dengan arus utama sekuler Prancis yang memiliki sedikit toleransi terhadap keyakinan non-sekuler lainnya," sambungnya.

Pendirian ini menyebabkan keterasingan dan ketidakamanan identitas di antara sebagian Muslim, yang menurutnya, adalah akar penyebab ekstremisme.

(Baca: RUU Baru Prancis, Rekam Polisi Dianggap Tindak Kejahatan )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!