Taiwan Berperan Penting Dalam Perang Global Melawan Kejahatan Dunia Maya
Selasa, 17 November 2020 - 17:37 WIB
Kejahatan dunia maya tidak mengenal batas negara. Taiwan bergandengan tangan kerja sama lintas batas dengan bangsa-bangsa di seluruh dunia. Penyebaran gambar pornografi anak menjadi musuh publik dunia, pelanggaran hak kekayaan intelektual, dan pencurian rahasia bisnis juga menjadi fokus setiap negara dalam memerangi kejahatan. Penipuan email bisnis dan virus pemerasan (ransomware) menyebabkan kerugian finansial yang serius bagi perusahaan di berbagai negara.
Sementara cryptocurrency telah menjadi jalan untuk transaksi kriminal dan pencucian uang. Internet sangat luas jangkauannya, selama siapa pun mengakses internet, akan bisa menjangkau ke perangkat internet manapun di dunia. Sindikat kejahatan mengeksploitasi anonimitas dan kebebasan internet untuk menyembunyikan identitas mereka dibalik internet dan terlibat dalam berbagai aktivitas ilegal.
(Baca: RI-Taiwan Bahas Prospek Kerja Sama Dagang dan Ekonomi Pascapandemi )
Kepolisian Taiwan memiliki unit khusus untuk menyelidiki kejahatan teknologi yang terdiri dari penyelidik kejahatan dunia maya profesional, dan telah mendirikan laboratorium forensik digital yang sesuai standar internasional ISO:17025. Kejahatan dunia maya tidak mengenal batas negara, Taiwan berharap dapat bekerja sama dengan seluruh dunia untuk bersama memerangi kejahatan dunia maya ini.
Dengan merajalelanya peretas kelas nasional, berbagi informasi intelijen sangat penting bagi Taiwan. Pada Agustus 2020, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Biro Investigasi Federal (FBI), dan Departemen Pertahanan merilis Laporan Analisis Malware, mengidentifikasi organisasi peretas kelas nasional yang baru-baru ini menggunakan varian malware yang muncul pada tahun 2008 yang dikenal sebagai TAIDOOR untuk meluncurkan serangan. Banyak badan pemerintah dan perusahaan Taiwan sebelumnya menjadi sasaran serangan.
Sementara cryptocurrency telah menjadi jalan untuk transaksi kriminal dan pencucian uang. Internet sangat luas jangkauannya, selama siapa pun mengakses internet, akan bisa menjangkau ke perangkat internet manapun di dunia. Sindikat kejahatan mengeksploitasi anonimitas dan kebebasan internet untuk menyembunyikan identitas mereka dibalik internet dan terlibat dalam berbagai aktivitas ilegal.
(Baca: RI-Taiwan Bahas Prospek Kerja Sama Dagang dan Ekonomi Pascapandemi )
Kepolisian Taiwan memiliki unit khusus untuk menyelidiki kejahatan teknologi yang terdiri dari penyelidik kejahatan dunia maya profesional, dan telah mendirikan laboratorium forensik digital yang sesuai standar internasional ISO:17025. Kejahatan dunia maya tidak mengenal batas negara, Taiwan berharap dapat bekerja sama dengan seluruh dunia untuk bersama memerangi kejahatan dunia maya ini.
Dengan merajalelanya peretas kelas nasional, berbagi informasi intelijen sangat penting bagi Taiwan. Pada Agustus 2020, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Biro Investigasi Federal (FBI), dan Departemen Pertahanan merilis Laporan Analisis Malware, mengidentifikasi organisasi peretas kelas nasional yang baru-baru ini menggunakan varian malware yang muncul pada tahun 2008 yang dikenal sebagai TAIDOOR untuk meluncurkan serangan. Banyak badan pemerintah dan perusahaan Taiwan sebelumnya menjadi sasaran serangan.
Lihat Juga :