Saudi: Menghina Nabi Hanya Untungkan Kaum Ekstrimis
Senin, 26 Oktober 2020 - 21:24 WIB
Macron, dalam kicauannya mengatakan, Prancis menghormati perbedaan yang ada. Meski demikian, Prancis akan menolak setiap ujaran kebencian dan akan membela apa yang dia sebut perdebatan yang masuk akal.
“Kami tidak akan pernah menyerah. Kami menghormati semua perbedaan dalam semangat damai. Kami tidak menerima perkataan yang mendorong kebencian dan membela perdebatan yang masuk akal. Kami akan selalu berpihak pada martabat manusia dan nilai-nilai universal," kicau Macron.
Pekan lalu, dalam acara untuk menghormati Samuel Paty, guru yang dipenggal karena menunjukan kartun Nabi Muhammad dalam kelas kebebasan berpendapat, Macron juga mengatakan tidak akan pernah "melepaskan" kartun tersebut.
"Dia dibunuh karena Islamis menginginkan masa depan kita. Mereka tidak akan pernah memilikinya," kata Macron kala itu. ( Baca juga: Ke Arab Saudi, JK Bahas Pembangunan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW )
“Kami tidak akan pernah menyerah. Kami menghormati semua perbedaan dalam semangat damai. Kami tidak menerima perkataan yang mendorong kebencian dan membela perdebatan yang masuk akal. Kami akan selalu berpihak pada martabat manusia dan nilai-nilai universal," kicau Macron.
Pekan lalu, dalam acara untuk menghormati Samuel Paty, guru yang dipenggal karena menunjukan kartun Nabi Muhammad dalam kelas kebebasan berpendapat, Macron juga mengatakan tidak akan pernah "melepaskan" kartun tersebut.
"Dia dibunuh karena Islamis menginginkan masa depan kita. Mereka tidak akan pernah memilikinya," kata Macron kala itu. ( Baca juga: Ke Arab Saudi, JK Bahas Pembangunan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW )
(esn)
Lihat Juga :