Saudi: Menghina Nabi Hanya Untungkan Kaum Ekstrimis

Senin, 26 Oktober 2020 - 21:24 WIB
loading...
Saudi: Menghina Nabi...
Badan keagamaan tertinggi Arab Saudi, Dewan Cendekiawan Senior, mengatakan bahwa menghina Nabi hanya melayani ekstremis yang ingin menyebarkan kebencian di antara masyarakat. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Badan keagamaan tertinggi Arab Saudi , Dewan Cendekiawan Senior, mengatakan bahwa menghina nabi hanya melayani ekstremis yang ingin menyebarkan kebencian di antara masyarakat. Ini adalah respon atas keputusan Prancis untuk tetap mengizinkan penerbitan karikatur Nabi Muhammad , yang dianggap sebagai bentuk penghinaan oleh umat Muslim.

“Tugas orang bijak di seluruh dunia adalah mengutuk penghinaan semacam itu, yang tidak ada hubungannya dengan kebebasan berpikir dan berekspresi dan tidak lebih dari prasangka murni dan layanan gratis bagi ekstremis,” kata dewan itu dalam sebuah pernyataan.

Dewan itu, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (26/10/2020), kemudian menyoroti bahwa Islam melarang segala bentuk penghinaan terhadap nabi dan Tuhan dari ajaran agama manapun.

Sementara itu, sebelumnya Presiden Prancis, Emanuel Macron secara tersirat membela penerbitan karikatur Nabi Muhammad, meski adanya tekanan kuat dari negara Arab dan Muslim mengenai hal ini. Melalui akun Twitternya, Macron mengatakan bahwa Prancis tidak akan menyerah. ( Baca juga: Ritel-ritel Kuwait Boikot Produk Prancis karena Kartun Nabi Muhammad )

Macron, dalam kicauannya mengatakan, Prancis menghormati perbedaan yang ada. Meski demikian, Prancis akan menolak setiap ujaran kebencian dan akan membela apa yang dia sebut perdebatan yang masuk akal.

“Kami tidak akan pernah menyerah. Kami menghormati semua perbedaan dalam semangat damai. Kami tidak menerima perkataan yang mendorong kebencian dan membela perdebatan yang masuk akal. Kami akan selalu berpihak pada martabat manusia dan nilai-nilai universal," kicau Macron.

Pekan lalu, dalam acara untuk menghormati Samuel Paty, guru yang dipenggal karena menunjukan kartun Nabi Muhammad dalam kelas kebebasan berpendapat, Macron juga mengatakan tidak akan pernah "melepaskan" kartun tersebut.

"Dia dibunuh karena Islamis menginginkan masa depan kita. Mereka tidak akan pernah memilikinya," kata Macron kala itu. ( Baca juga: Ke Arab Saudi, JK Bahas Pembangunan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Besok Hari Asyura, Ini...
Besok Hari Asyura, Ini Doa yang Dianjurkan dan Mulai Diamalkan Malam Ini!
Berita Terkini
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved