Sekjen PBB Desak Armenia dan Azerbaijan Hormati Gencatan Senjata
Senin, 19 Oktober 2020 - 12:56 WIB
Azerbaijan dan Armenia telah terlibat dalam konflik sengit atas Karabakh sejak separatis Armenia yang didukung oleh Yerevan menguasai provinsi pegunungan itu dalam perang tahun 1990-an yang menewaskan 30 ribu orang.
Deklarasi kemerdekaan wilayah tersebut belum diakui oleh negara manapun, termasuk Armenia dan masih menjadi bagian dari Azerbaijan menurut hukum internasional. ( Baca juga: Baru Disepakati, Armenia Sudah Tuding Azerbaijan Langgar Gencatan Senjata )
Pertempuran yang meletus tiga minggu lalu telah menjadi yang terberat sejak gencatan senjata tahun 1994 dan mengancam akan menarik kekuatan regional Turki, yang mendukung Azerbaijan dan Rusia, yang memiliki aliansi militer dengan Armenia.
Pada akhir pekan, kedua negara menyepakati perjanjian gencatan senjata kedua dalam dua pekan terakhir. Namun, baru beberapa jam tercapai, kedua negara sudah kembali saling tuding soal pelanggaran gencatan senjata.
Deklarasi kemerdekaan wilayah tersebut belum diakui oleh negara manapun, termasuk Armenia dan masih menjadi bagian dari Azerbaijan menurut hukum internasional. ( Baca juga: Baru Disepakati, Armenia Sudah Tuding Azerbaijan Langgar Gencatan Senjata )
Pertempuran yang meletus tiga minggu lalu telah menjadi yang terberat sejak gencatan senjata tahun 1994 dan mengancam akan menarik kekuatan regional Turki, yang mendukung Azerbaijan dan Rusia, yang memiliki aliansi militer dengan Armenia.
Pada akhir pekan, kedua negara menyepakati perjanjian gencatan senjata kedua dalam dua pekan terakhir. Namun, baru beberapa jam tercapai, kedua negara sudah kembali saling tuding soal pelanggaran gencatan senjata.
(esn)
Lihat Juga :