Kremlin Sebut CIA 'Bisiki' Navalny untuk Salahkan Putin
Kamis, 01 Oktober 2020 - 23:26 WIB
Novichok adalah nama rangkaian racun saraf yang dikembangkan oleh para ilmuwan di Uni Soviet, dan pengembangan program Novichok berlanjut setelah Uni Soviet runtuh. Dalam wawancara tersebut, Navalny menggambarkan penggunaan racun saraf seperti menjatuhkan bom nuklir pada seseorang.(Baca juga: Pembuat Racun Novichok Minta Maaf kepada Navalny, Si Pengkritik Putin )
Namun saat ia menghadapi jalan panjang untuk memulihkan dirinya, Navalny mengakui bahwa tidak ada yang benar-benar tahu seperti apa efek jangka panjang dari peracunan itu pada kesehatannya.
"Saya seperti kelinci percobaan. Tidak banyak orang yang dapat Anda saksikan hidup setelah diracuni dengan racun saraf...kepemimpinan Rusia telah mengembangkan kecenderungan untuk meracuni sehingga tidak akan berhenti begitu cepat," pungkasnya.
Peracunan Navalny memiliki banyak kesamaan dengan serangan terhadap mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal , dan putrinya di Inggris pada tahun 2018 lalu ketika mereka diracuni di kota Salisbury. Secara resmi, bagaimanapun, pemerintah Rusia telah berulang kali menyangkal keberadaan rangkaian racun saraf Novichok.
Beberapa negara di Uni Eropa sekarang dilaporkan sedang mempertimbangkan sanksi baru terhadap Rusia setelah serangan itu.
Namun saat ia menghadapi jalan panjang untuk memulihkan dirinya, Navalny mengakui bahwa tidak ada yang benar-benar tahu seperti apa efek jangka panjang dari peracunan itu pada kesehatannya.
"Saya seperti kelinci percobaan. Tidak banyak orang yang dapat Anda saksikan hidup setelah diracuni dengan racun saraf...kepemimpinan Rusia telah mengembangkan kecenderungan untuk meracuni sehingga tidak akan berhenti begitu cepat," pungkasnya.
Peracunan Navalny memiliki banyak kesamaan dengan serangan terhadap mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal , dan putrinya di Inggris pada tahun 2018 lalu ketika mereka diracuni di kota Salisbury. Secara resmi, bagaimanapun, pemerintah Rusia telah berulang kali menyangkal keberadaan rangkaian racun saraf Novichok.
Beberapa negara di Uni Eropa sekarang dilaporkan sedang mempertimbangkan sanksi baru terhadap Rusia setelah serangan itu.
(ber)
Lihat Juga :