Kremlin Sebut CIA 'Bisiki' Navalny untuk Salahkan Putin

Kamis, 01 Oktober 2020 - 23:26 WIB
Navalny diketahui jatuh sakit dalam penerbangan di Siberia pada 20 Agustus lalu. Ia awalnya dirawat di Rusia, namun kemudian diterbangkan ke Berlin beberapa hari kemudian di mana dokter Jerman mengonfirmasi bahwa dia telah diracuni oleh racun saraf Novichok.

Pemerintah Rusia dan dokter yang merawatnya pada awalnya membantah adanya bukti keracunan. Navalny menghabiskan berminggu-minggu dalam keadaan koma sebelum pulih.

"Saya pikir mereka bertekad untuk tidak membiarkan saya meninggalkan negara itu, dan itulah mengapa mereka secara terbuka menyatakan bahwa saya tidak layak untuk diangkut," kata Navalny ketika ditanya mengapa dia diizinkan meninggalkan Rusia untuk perawatan jika Putin berada di balik serangan itu.

“Mereka menungguku mati. Namun berkat pendukung saya dan upaya istri saya, semuanya terancam berubah menjadi semacam reality show berjudul 'Nawalny dies in Omsk,'” ia menambahkan.(Baca juga: Navalny Berterima Kasih pada Teman-teman yang Tak Dikenal )

Navalny berterima kasih kepada Kanselir Jerman Angela Merkel, serta staf di Rumah Sakit Universitas Berlin karena telah menyelamatkan hidupnya. Ia mengatakan bahwa ia sekarang dapat berolahraga dan melakukan pekerjaan terbatas di komputer.

"Tidak kembali (ke Rusia) berarti Putin telah mencapai tujuannya," katanya.

“Dan tugas saya sekarang adalah tetap menjadi pria yang tidak takut. Dan saya tidak takut! Jika tangan saya gemetar, itu bukan karena takut, tapi karena hal ini. Saya tidak akan memberi Putin hadiah untuk tidak kembali ke Rusia," ia menambakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!