Iran Tuding Israel Berupaya Sabotase Perundingan dengan AS
Kamis, 12 Februari 2026 - 16:04 WIB
“Ketika kami bertemu di meja perundingan, batasan yang jelas telah ditarik… pembicaraan kami hanya berpusat pada isu nuklir,” katanya, menambahkan ini adalah pendekatan yang “logis”.
“Program rudal kami sepenuhnya terpisah dari program nuklir. Ini adalah masalah domestik, pada dasarnya terkait dengan keamanan nasional kami. Karena itu, hal ini tidak dapat menjadi bagian dari negosiasi ini.”
Demikian pula, katanya, gagasan Iran mengurangi pengayaan uraniumnya hingga nol “tidak dibahas”.
“Tidak praktis bagi negara yang telah menguasai teknologi ini untuk menguranginya hingga nol,” ujar dia, mengutip kebutuhan uranium yang diperkaya untuk tujuan sipil yang damai seperti dalam pengobatan kanker.
“Sementara itu, kami terbuka untuk verifikasi, dan siapa pun dipersilakan untuk datang dan melihat [fasilitas kami] sendiri.”
Jika AS memilih menyerang Iran, seperti yang dilakukannya dalam serangkaian serangan yang menargetkan fasilitas nuklir negara itu pada bulan Juni sebagai bagian dari perang 12 hari, maka Teheran akan merespons dengan menyerang pangkalan militer AS di wilayah tersebut, kata Larijani.
Sebelum meninggalkan Doha, Larijani juga bertemu dengan Muhammad Darwish, kepala Dewan Kepemimpinan Hamas, bersama dengan delegasi senior dari kelompok Palestina tersebut, untuk membahas perkembangan politik terbaru di kawasan itu dan perang Israel di Gaza, seperti yang dilaporkan oleh Al-Manar Lebanon.
Baca juga: Indonesia Hendak Kerahkan 8.000 Tentara ke Gaza, Begini Respons Hamas
“Program rudal kami sepenuhnya terpisah dari program nuklir. Ini adalah masalah domestik, pada dasarnya terkait dengan keamanan nasional kami. Karena itu, hal ini tidak dapat menjadi bagian dari negosiasi ini.”
Demikian pula, katanya, gagasan Iran mengurangi pengayaan uraniumnya hingga nol “tidak dibahas”.
“Tidak praktis bagi negara yang telah menguasai teknologi ini untuk menguranginya hingga nol,” ujar dia, mengutip kebutuhan uranium yang diperkaya untuk tujuan sipil yang damai seperti dalam pengobatan kanker.
“Sementara itu, kami terbuka untuk verifikasi, dan siapa pun dipersilakan untuk datang dan melihat [fasilitas kami] sendiri.”
Jika AS memilih menyerang Iran, seperti yang dilakukannya dalam serangkaian serangan yang menargetkan fasilitas nuklir negara itu pada bulan Juni sebagai bagian dari perang 12 hari, maka Teheran akan merespons dengan menyerang pangkalan militer AS di wilayah tersebut, kata Larijani.
Sebelum meninggalkan Doha, Larijani juga bertemu dengan Muhammad Darwish, kepala Dewan Kepemimpinan Hamas, bersama dengan delegasi senior dari kelompok Palestina tersebut, untuk membahas perkembangan politik terbaru di kawasan itu dan perang Israel di Gaza, seperti yang dilaporkan oleh Al-Manar Lebanon.
Baca juga: Indonesia Hendak Kerahkan 8.000 Tentara ke Gaza, Begini Respons Hamas
(sya)
Lihat Juga :