Postingan yang Viral Klaim Netanyahu Minta Persetujuan Hukum untuk Ambil Organ Orang Palestina

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:20 WIB
Organisasi hak asasi manusia (HAM) memperkirakan Israel terus menahan ratusan jenazah warga Palestina. Kebijakan tersebut, ditambah dengan laporan baru-baru ini mengenai jenazah manusia tak dikenal yang dikembalikan ke Gaza dalam kantong tertutup setelah operasi militer selama berbulan-bulan, telah meningkatkan kecurigaan di dunia maya.

Mary Turfah, seorang penulis dan dokter bedah yang terlatih dalam bidang antropologi di Yale dan Studi Asia Selatan dan Afrika Timur Tengah di Columbia, baru-baru ini menulis di The Baffler, meneliti apa yang dia gambarkan sebagai manajemen politik badan-badan Palestina.

Turfah berargumentasi bahwa perlakuan terhadap jenazah warga Palestina bukan bersifat insidentil melainkan bersifat struktural.

Dia menggambarkan bagaimana Israel menahan jenazah, menguburkannya di kuburan yang diberi nomor, dan menunda pengembalian jenazah ke keluarga mereka, menjadikan praktik ini sebagai bagian dari sistem kontrol yang lebih luas.

Kekuasaan yang dilakukan terhadap warga Palestina, menurutnya, tidak berakhir dengan kematian. Sebaliknya, negara pendudukan itu terus menentukan kapan dan bagaimana jenazah dilepaskan, diidentifikasi atau dikuburkan.

Khususnya mengenai pengambilan organ, Turfah menempatkannya dalam pola kontrol negara yang lebih luas. Dia mengacu pada pengakuan masa lalu bahwa organ diambil tanpa persetujuan keluarga dan menganggap kejadian tersebut sebagai bagian dari sejarah panjang di mana jenazah warga Palestina diperlakukan sebagai milik negara Israel bahkan setelah kematian.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!