China Ancam Tindakan Keras Jika PM Jepang Tak Cabut Komentarnya soal Taiwan
Kamis, 20 November 2025 - 10:11 WIB
Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari China yang dapat dipersatukan kembali dengan paksa jika perlu. Sebagian besar negara, termasuk Jepang dan Amerika Serikat, tidak mengakui Taiwan sebagai negara merdeka, tetapi Washington menentang segala upaya untuk merebut pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu dengan paksa dan berkomitmen untuk memasoknya dengan senjata.
Yuyuan Tantian, akun media sosial milik lembaga penyiaran negara China; CCTV, menyatakan pada akhir pekan bahwa "tindakan balasan substantif" China telah disiapkan. "Tindakan tersebut mungkin termasuk menambahkan perusahaan Jepang ke dalam daftar entitas yang tidak dapat diandalkan atau menangguhkan pertukaran antarpemerintah dalam urusan ekonomi, diplomatik, atau militer," tulis akun tersebut.
Beijing juga telah mendesak warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang, dan Kementerian Pendidikan-nya telah mendorong para pelajar China untuk mempertimbangkan kembali rencana belajar di Jepang.
China juga merupakan mitra dagang terbesar Jepang, dan salah satu penerima investasi terbesar dari perusahaan-perusahaan Jepang.
Perundingan diplomatik tingkat tinggi di Beijing pada hari Selasa gagal meredakan ketegangan.
Liu Jinsong, kepala departemen urusan Asia Kementerian Luar Negeri China, mengatakan kepada koleganya dari Jepang, Masaaki Kanai, bahwa Takaichi harus menarik kembali pernyataannya. Liu juga mengatakan dia "sangat tidak puas" dengan perundingan tersebut.
Dalam sebuah komentar yang diterbitkan pada hari Rabu, media corong Partai Komunis China; People Daily, menyebutkan bahwa penarikan kata-kata dan tindakan PM Jepang adalah "satu-satunya pendekatan yang benar" bagi Tokyo.
Yuyuan Tantian, akun media sosial milik lembaga penyiaran negara China; CCTV, menyatakan pada akhir pekan bahwa "tindakan balasan substantif" China telah disiapkan. "Tindakan tersebut mungkin termasuk menambahkan perusahaan Jepang ke dalam daftar entitas yang tidak dapat diandalkan atau menangguhkan pertukaran antarpemerintah dalam urusan ekonomi, diplomatik, atau militer," tulis akun tersebut.
Beijing juga telah mendesak warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang, dan Kementerian Pendidikan-nya telah mendorong para pelajar China untuk mempertimbangkan kembali rencana belajar di Jepang.
China juga merupakan mitra dagang terbesar Jepang, dan salah satu penerima investasi terbesar dari perusahaan-perusahaan Jepang.
Perundingan diplomatik tingkat tinggi di Beijing pada hari Selasa gagal meredakan ketegangan.
Liu Jinsong, kepala departemen urusan Asia Kementerian Luar Negeri China, mengatakan kepada koleganya dari Jepang, Masaaki Kanai, bahwa Takaichi harus menarik kembali pernyataannya. Liu juga mengatakan dia "sangat tidak puas" dengan perundingan tersebut.
Dalam sebuah komentar yang diterbitkan pada hari Rabu, media corong Partai Komunis China; People Daily, menyebutkan bahwa penarikan kata-kata dan tindakan PM Jepang adalah "satu-satunya pendekatan yang benar" bagi Tokyo.
(mas)
Lihat Juga :