2.000 Orang Dibantai di Sudan, 5 Negara Arab Kecam Aksi Pemberontak RSF

Rabu, 29 Oktober 2025 - 17:25 WIB

3. Turki

Turki menyerukan penghentian segera permusuhan di el-Fasher, sekaligus mendesak "perjalanan yang aman, pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, dan diakhirinya serangan terhadap warga sipil tak berdosa", menurut kantor berita Anadolu.

4. Qatar

Qatar juga mengutuk "kekejaman yang dilakukan terhadap warga sipil di el-Fasher" dan "menyoroti pentingnya dialog untuk menemukan solusi damai bagi konflik tersebut".

Qatar juga mengutuk "pelanggaran mengerikan" di el-Fasher dan menyerukan dialog untuk menyelesaikan krisis.

Mesir, Turki, dan Qatar menegaskan kembali "dukungan tegas mereka terhadap persatuan, kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas wilayah Sudan", dengan Kairo mengatakan pihaknya menolak "segala upaya untuk memecah belah negara atau merusak persatuan dan kohesi teritorialnya".

5. Yordania

Yordania turut menyuarakan keprihatinan, dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mengutuk pelanggaran terhadap warga sipil dan menekankan "kebutuhan mendesak untuk menahan diri dan menerapkan gencatan senjata guna melindungi nyawa warga sipil".

Dalam komentar di Malaysia pada hari Senin, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan jatuhnya el-Fasher menandai "eskalasi yang mengerikan" dalam perang dan menyerukan penghentian dukungan militer asing kepada pihak-pihak yang bertikai.

"Masalahnya bukan hanya pertempuran antara tentara dan Pasukan Dukungan Cepat, tetapi juga meningkatnya campur tangan eksternal yang merusak prospek gencatan senjata dan solusi politik," katanya seperti dikutip oleh juru bicara PBB.

Guterres tidak menyebutkan nama negara tertentu, tetapi pemerintah Sudan dan kelompok-kelompok hak asasi manusia telah berulang kali menuduh Uni Emirat Arab terlibat dalam perang dengan memasok senjata kepada RSF, sebuah klaim yang dibantah oleh negara Teluk tersebut.

Secara terpisah pada hari Selasa, Laboratorium Penelitian Kemanusiaan di Sekolah Kesehatan Masyarakat Yale menerbitkan sebuah laporan yang didasarkan pada citra satelit yang menyatakan bahwa pasukan RSF "diduga melakukan pembunuhan massal" setelah merebut el-Fasher.

Menggunakan citra dari Airbus yang diambil pada hari Senin, laboratorium tersebut menunjukkan serangkaian kejadian di lingkungan Daraja Oula, el-Fasher.

Kejadian tersebut termasuk truk-truk yang tampak seperti truk bersenjata, yang dikenal sebagai "technicals", di jalan-jalan dalam formasi yang tampak seperti blokade jalan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!