Demo Besar Guncang Prancis, Tuntut Presiden Emmanuel Macron Mundur

Minggu, 07 September 2025 - 07:31 WIB
Maskapai Air France telah mengumumkan bahwa mereka akan terpaksa menyesuaikan jadwal penerbangannya, tanpa menyebutkan jumlah pasti pembatalan. Penerbangan lanjutan Eropa juga akan terdampak, karena sejumlah besar pesawat melintasi wilayah udara Prancis.

Penerbangan lanjutan dari Inggris, Spanyol, dan Italia berpotensi mengalami penundaan atau pembatalan.

Serikat pekerja SUD Aérien akan melakukan mobilisasi sebagai bagian dari blokade nasional terhadap langkah-langkah penghematan. Mereka mengecam penghapusan hari libur nasional yang identik dengan hilangnya gaji secara langsung, pembekuan dana pensiun, dan pemotongan layanan publik.

Gerakan protes akar rumput yang dimulai di media sosial semakin menguat dengan seruan "Blokir semuanya (Bloquons tout)" pada 10 September.

Di platform media sosial X, TikTok, Telegram, dan Facebook, pesannya semakin populer dengan para pendukung yang membagikan visual dengan tagar #10septembre2025 dan #10septembre. Pemicu ketidakpuasan yang meluas ini adalah rencana keuangan Bayrou untuk tahun 2026 yang bertujuan untuk memangkas €43,8 juta dari anggaran nasional dan mengurangi defisit Prancis yang terus membengkak.

Di antara langkah-langkah penghematan yang paling kontroversial adalah rencana untuk menghapus dua hari libur nasional, pembekuan dana pensiun, dan pemotongan anggaran kesehatan sebesar €5 miliar.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!