Demo Besar Guncang Prancis, Tuntut Presiden Emmanuel Macron Mundur

Minggu, 07 September 2025 - 07:31 WIB
loading...
Demo Besar Guncang Prancis,...
Demo nesar guncang Prancis, tuntut Presiden Emmanuel Macron mengundurkan diri. Foto/Florian Philippot via Russia Today
A A A
PARIS - Demo besar telah mengguncang Ibu Kota Prancis, Paris, pada hari Sabtu. Massa menuntut pengunduran diri Presiden Emmanuel Macron dan menyerukan agar negara tersebut keluar dari blok Uni Eropa.

Tingkat kepercayaan publik terhadap Macron telah turun ke level terendah sejak dia menjabat pada tahun 2017. Ini dipicu oleh defisit anggaran yang terus meningkat dan meningkatnya ketidakpuasan terhadap kebijakan keuangan pemerintahnya.

Sekitar 80% warga Prancis mengatakan mereka tidak mempercayai Macron, menurut jajak pendapat yang dilakukan untuk Le Figaro dan dipublikasikan pada Rabu lalu.

Baca Juga: Media Rusia: Miliarder Yahudi George Soros Diduga Dalangi Demo Ricuh di Indonesia

Kepercayaan terhadap Perdana Menteri Francois Bayrou, orang kelima yang menjabat dalam waktu kurang dari dua tahun, juga telah merosot ke rekor terendah.

Para demonstran membawa plakat bertuliskan "Mari kita hentikan Macron, mari kita hentikan perang" dan "Frexit", plesetan bahasa Prancis untuk Brexit—gerakan Inggris keluar dari blok Uni Eropa.

Aksi unjuk rasa tersebut diorganisir oleh mantan politisi National Rally, Florian Philippot, dan partainya yang skeptis terhadap kebijakan Euro, The Patriots, yang menentang pengiriman senjata ke Ukraina dan memperingatkan eskalasi lebih lanjut dengan Rusia.

Para aktivis sayap kiri dan serikat pekerja merencanakan mogok kerja dan protes terpisah pada hari Rabu dengan slogan "Mari kita blokir semuanya".

Bayrou menghadapi mosi tidak percaya pada hari Senin saat dia mencari dukungan untuk anggaran yang diusulkannya, sementara Prancis berjuang dengan defisit fiskal sebesar 5,8% dari PDB—hampir dua kali lipat batas 3% Uni Eropa. Rencananya mencakup pemotongan lapangan kerja sektor publik, program kesejahteraan, dan pensiun, langkah-langkah yang dikecam oposisi karena memprioritaskan pengeluaran militer daripada dukungan sosial.

Sementara itu, aksi mogok kerja direncanakan akan berlangsung di bandara-bandara Prancis pada 10 September, sebagaimana dikutip dari National World, Minggu (7/9/2025).

Bandara Roissy-Charles-de-Gaulle dan Paris-Orly di Paris diperkirakan akan mengalami gangguan besar pada tanggal tersebut. Berdasarkan pengalaman mogok kerja sebelumnya, sekitar 25% penerbangan di bandara Paris berpotensi dibatalkan, yang berarti ratusan pembatalan penerbangan.

Maskapai Air France telah mengumumkan bahwa mereka akan terpaksa menyesuaikan jadwal penerbangannya, tanpa menyebutkan jumlah pasti pembatalan. Penerbangan lanjutan Eropa juga akan terdampak, karena sejumlah besar pesawat melintasi wilayah udara Prancis.

Penerbangan lanjutan dari Inggris, Spanyol, dan Italia berpotensi mengalami penundaan atau pembatalan.

Serikat pekerja SUD Aérien akan melakukan mobilisasi sebagai bagian dari blokade nasional terhadap langkah-langkah penghematan. Mereka mengecam penghapusan hari libur nasional yang identik dengan hilangnya gaji secara langsung, pembekuan dana pensiun, dan pemotongan layanan publik.

Gerakan protes akar rumput yang dimulai di media sosial semakin menguat dengan seruan "Blokir semuanya (Bloquons tout)" pada 10 September.

Di platform media sosial X, TikTok, Telegram, dan Facebook, pesannya semakin populer dengan para pendukung yang membagikan visual dengan tagar #10septembre2025 dan #10septembre. Pemicu ketidakpuasan yang meluas ini adalah rencana keuangan Bayrou untuk tahun 2026 yang bertujuan untuk memangkas €43,8 juta dari anggaran nasional dan mengurangi defisit Prancis yang terus membengkak.

Di antara langkah-langkah penghematan yang paling kontroversial adalah rencana untuk menghapus dua hari libur nasional, pembekuan dana pensiun, dan pemotongan anggaran kesehatan sebesar €5 miliar.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
Berita Terkini
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Infografis
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved