Studi: Konten Propaganda Dominasi Media China di Era Xi Jinping

Rabu, 23 Juli 2025 - 15:10 WIB

Propaganda Domestik



Volume propaganda yang terus meningkat, ditambah hilangnya fleksibilitas redaksi, menunjukkan makin menyempitnya ruang bagi jurnalisme independen. Bahkan media komersial yang dulu dianggap lebih bebas kini ikut menjadi corong pemerintah.

Dengan memperluas definisi propaganda hingga mencakup isu non-ideologis, pemerintah China menggunakan media untuk mengontrol arus informasi dan membungkam pandangan yang berbeda. Artikel tentang bencana, kesehatan, dan kriminalitas pun dipakai untuk mengarahkan persepsi masyarakat dan mencegah interpretasi alternatif.

Memahami cara kerja propaganda domestik China kini menjadi hal krusial, apalagi negara tersebut sedang gencar mengekspor model medianya ke dunia melalui inisiatif seperti Jalur Sutra Digital. Penelitian ini menunjukkan bagaimana rezim otoriter bisa menciptakan ilusi keberagaman media sambil tetap mengendalikan isi di balik layar.

Dengan menyisipkan propaganda naskah ke media partai maupun komersial, pemerintah China menciptakan lanskap media yang tampak beragam di permukaan, tetapi sebenarnya sangat terkontrol di dalam.

Ketika China semakin mempromosikan model pemerintahannya ke dunia, memahami sistem medianya bukan lagi sekadar tugas akademik, tapi kebutuhan geopolitik yang mendesak.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!