37 Juta Orang Telah Terlantar Akibat 'Perang Melawan Teror' AS
Rabu, 09 September 2020 - 06:52 WIB
Setidaknya 37 juta orang telah terlantar akibat perang melawan teror Amerika Serikat (AS). Foto/Wikipedia
WASHINGTON - Setidaknya 37 juta orang, dan mungkin hingga 59 juta, telah terlantar akibat "perang melawan teror" Amerika Serikat (AS) sejak diluncurkan oleh pemerintahan mantan Presiden George W. Bush hampir 20 tahun lalu. Begitu laporan baru dari proyek Cost of War Brown University.
Laporan itu mengatakan bahwa laporan tersebut menawarkan gambaran komprehensif pertama tentang berapa banyak orang yang mengungsi akibat konflik yang dilancarkan AS sebagai bagian dari apa yang disebut "perang melawan teror."
"Perang pasca-9/11 AS telah memaksa sedikitnya 37 juta orang mengungsi di dan dari Afghanistan, Irak, Pakistan, Yaman, Somalia, Filipina, Libya, dan Suriah. Ini melebihi mereka yang mengungsi setiap perang sejak tahun 1900, kecuali Perang Dunia II," kata laporan itu.
"Jutaan lainnya telah terlantar dalam konflik kecil yang melibatkan pasukan AS di Burkina Faso, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, Republik Demokratik Kongo, Mali, Niger, Arab Saudi, dan Tunisia," sambung laporan itu seperti dikutip dari Business Insider, Rabu (9/9/2020).
Sebagai perbandingan, 37 juta hampir setara dengan populasi California yang merupakan negara bagian terpadat di AS.(Baca juga: Kemlu Selidiki Dua WNI Jadi Buron Kasus Terorisme di Filipina )
Laporan itu menambahkan sedikitnya lebih dari 25 juta dari mereka yang telah terlantar telah kembali ke rumah, untuk selanjutnya mengatakan bahwa kembali ke rumah tidak menghapus trauma pengungsian atau berarti bahwa mereka yang terlantar telah kembali ke rumah asalnya atau ke kehidupan yang aman.
Laporan itu mengatakan bahwa laporan tersebut menawarkan gambaran komprehensif pertama tentang berapa banyak orang yang mengungsi akibat konflik yang dilancarkan AS sebagai bagian dari apa yang disebut "perang melawan teror."
"Perang pasca-9/11 AS telah memaksa sedikitnya 37 juta orang mengungsi di dan dari Afghanistan, Irak, Pakistan, Yaman, Somalia, Filipina, Libya, dan Suriah. Ini melebihi mereka yang mengungsi setiap perang sejak tahun 1900, kecuali Perang Dunia II," kata laporan itu.
"Jutaan lainnya telah terlantar dalam konflik kecil yang melibatkan pasukan AS di Burkina Faso, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, Republik Demokratik Kongo, Mali, Niger, Arab Saudi, dan Tunisia," sambung laporan itu seperti dikutip dari Business Insider, Rabu (9/9/2020).
Sebagai perbandingan, 37 juta hampir setara dengan populasi California yang merupakan negara bagian terpadat di AS.(Baca juga: Kemlu Selidiki Dua WNI Jadi Buron Kasus Terorisme di Filipina )
Laporan itu menambahkan sedikitnya lebih dari 25 juta dari mereka yang telah terlantar telah kembali ke rumah, untuk selanjutnya mengatakan bahwa kembali ke rumah tidak menghapus trauma pengungsian atau berarti bahwa mereka yang terlantar telah kembali ke rumah asalnya atau ke kehidupan yang aman.
Lihat Juga :