Pakistan Tembak Jatuh Jet Tempur Rafale India, Indonesia Tetap Beli 42 Unit Rp133,9 Triliun?
Kamis, 15 Mei 2025 - 12:33 WIB
Awal tahun ini, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Mohamad Tonny Harjono mengonfirmasi bahwa enam Rafale pertama pesanan Indonesia akan dikirimkan antara Februari dan Maret 2026. Pelatihan bagi pilot Indonesia di Prancis dijadwalkan pada bulan Juli, dan infrastruktur termasuk simulator dan hanggar pintar sudah dikembangkan di Pangkalan Angkatan Udara Roesmin Nurjadin di Riau.
Menurut Dave Laksono, Rafale sangat penting untuk menjaga wilayah Indonesia yang luas dan akan meningkatkan interoperabilitas dengan sistem radar, rudal, dan pertahanan udara yang ada. Dia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut mencakup transfer teknologi dan dukungan logistik melalui kontrak antarpemerintah, yang menurutnya "relatif lebih stabil daripada pembelian dari sumber lain."
Di luar kemampuan pertahanan, kesepakatan pembelian Rafale telah memperkuat hubungan antara Jakarta dan Paris. Presiden Prancis Emmanuel Macron diperkirakan akan mengunjungi Indonesia dari 27 hingga 29 Mei untuk memperdalam kerja sama dalam "pertahanan, ekonomi, sains, dan budaya".
Rencana kunjungan Macron tersebut menyusul kunjungan Menteri Pertahanan Prancis Sébastien Lecornu pada bulan Januari yang menghasilkan kesepakatan tentang latihan bersama dan pertukaran personel.
Secara paralel, Indonesia juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Boeing untuk mengakuisisi hingga 24 jet tempur F-15EX, yang menandakan niatnya untuk memodernisasi armada yang masih bergantung pada F-16 yang sudah tua dan Sukhoi Rusia.
Menurut Dave Laksono, Rafale sangat penting untuk menjaga wilayah Indonesia yang luas dan akan meningkatkan interoperabilitas dengan sistem radar, rudal, dan pertahanan udara yang ada. Dia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut mencakup transfer teknologi dan dukungan logistik melalui kontrak antarpemerintah, yang menurutnya "relatif lebih stabil daripada pembelian dari sumber lain."
Di luar kemampuan pertahanan, kesepakatan pembelian Rafale telah memperkuat hubungan antara Jakarta dan Paris. Presiden Prancis Emmanuel Macron diperkirakan akan mengunjungi Indonesia dari 27 hingga 29 Mei untuk memperdalam kerja sama dalam "pertahanan, ekonomi, sains, dan budaya".
Rencana kunjungan Macron tersebut menyusul kunjungan Menteri Pertahanan Prancis Sébastien Lecornu pada bulan Januari yang menghasilkan kesepakatan tentang latihan bersama dan pertukaran personel.
Secara paralel, Indonesia juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Boeing untuk mengakuisisi hingga 24 jet tempur F-15EX, yang menandakan niatnya untuk memodernisasi armada yang masih bergantung pada F-16 yang sudah tua dan Sukhoi Rusia.
(mas)
Lihat Juga :