Taliban Melarang Catur, Dianggap sebagai Sarana Judi yang Dilarang Islam
Senin, 12 Mei 2025 - 11:05 WIB
Setelah mengambil alih kekuasaan, Taliban membatasi sejumlah disiplin olahraga. Tahun lalu, Taliban melarang seni bela diri campuran (MMA) dan kejuaraan pertarungan bebas lainnya, menyatakannya terlalu "keras" dan "bermasalah sehubungan dengan Syariah Islam."
Namun, Taliban tidak memandang semua olahraga secara negatif. Pada bulan Januari, delegasi Taliban yang dipimpin oleh penjabat Menteri Luar Negeri Mawlawi Amir Khan Muttaqi membahas kerja sama olahraga dengan India selama pembicaraan di Dubai.
Kriket, yang sangat populer di kedua negara, menjadi bagian dari negosiasi tersebut, menurut pernyataan New Delhi.
Pada bulan Februari, Washington Post melaporkan bahwa olahraga lokal Afghanistan yang populer, buzkashi, "berkembang pesat" di bawah kekuasaan Taliban meskipun awalnya ada kekhawatiran akan pelarangan. Olahraga berkuda dengan melibatkan pemain berkuda yang mencoba mengarahkan bangkai kambing atau sapi ke gawang tersebut telah dilarang selama masa kekuasaan pertama Taliban pada tahun 1990-an.
Namun, sekarang, permainan tersebut dilaporkan secara rutin menarik ribuan penonton, termasuk anggota Taliban.
Namun, Taliban tidak memandang semua olahraga secara negatif. Pada bulan Januari, delegasi Taliban yang dipimpin oleh penjabat Menteri Luar Negeri Mawlawi Amir Khan Muttaqi membahas kerja sama olahraga dengan India selama pembicaraan di Dubai.
Kriket, yang sangat populer di kedua negara, menjadi bagian dari negosiasi tersebut, menurut pernyataan New Delhi.
Pada bulan Februari, Washington Post melaporkan bahwa olahraga lokal Afghanistan yang populer, buzkashi, "berkembang pesat" di bawah kekuasaan Taliban meskipun awalnya ada kekhawatiran akan pelarangan. Olahraga berkuda dengan melibatkan pemain berkuda yang mencoba mengarahkan bangkai kambing atau sapi ke gawang tersebut telah dilarang selama masa kekuasaan pertama Taliban pada tahun 1990-an.
Namun, sekarang, permainan tersebut dilaporkan secara rutin menarik ribuan penonton, termasuk anggota Taliban.
(mas)
Lihat Juga :