Aktivis: Hapus Bahasa Daerah dari Kurikulum, China Coba Lenyapkan Budaya Mongolia
Senin, 07 September 2020 - 03:00 WIB
Dalam Tanya Jawab yang diposting online, otoritas pendidikan regional Mongolia membela perubahan tersebut, dengan mengatakan bahwa perubahan tersebut mencerminkan keinginan partai dan bangsa, dan keunggulan inheren budaya China dan kemajuan peradaban manusia.
(Baca: Perusahaan Susu di China Memeras Laba Saat Pandemi )
Perubahan tersebut telah memicu protes di Mongolia, yang berbagi perbatasan dengan Mongolia Dalam yang dikelola China.
"Kami perlu menyuarakan dukungan kami untuk orang-orang Mongolia yang berjuang untuk melestarikan bahasa ibu dan kitab suci mereka di China. Hak untuk belajar dan menggunakan bahasa ibu adalah hak yang tidak dapat dicabut untuk semua," ucap mantan presiden Mongolia, Tsakhia Elbegdorj.
Program untuk menggantikan bahasa etnis sendiri dalam mata pelajaran inti sejatinya telah diterapkan di Xinjiang dan Tibet mulai tahun 2017, daerah yang dikenal karena kerusuhan antara pihak berwenang dan etnis minoritas.
(Baca: Perusahaan Susu di China Memeras Laba Saat Pandemi )
Perubahan tersebut telah memicu protes di Mongolia, yang berbagi perbatasan dengan Mongolia Dalam yang dikelola China.
"Kami perlu menyuarakan dukungan kami untuk orang-orang Mongolia yang berjuang untuk melestarikan bahasa ibu dan kitab suci mereka di China. Hak untuk belajar dan menggunakan bahasa ibu adalah hak yang tidak dapat dicabut untuk semua," ucap mantan presiden Mongolia, Tsakhia Elbegdorj.
Program untuk menggantikan bahasa etnis sendiri dalam mata pelajaran inti sejatinya telah diterapkan di Xinjiang dan Tibet mulai tahun 2017, daerah yang dikenal karena kerusuhan antara pihak berwenang dan etnis minoritas.
(esn)
Lihat Juga :