Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia, Ini Sebabnya
Senin, 21 April 2025 - 12:00 WIB
Awal tahun ini Jerman bergabung dengan negara-negara NATO seperti Finlandia dan Norwegia dalam mengirimkan pamflet yang memberi tahu orang-orang cara untuk tetap aman jika Perang Dunia III pecah.
Namun, tampaknya jika bom-bom dalam perang semacam itu diterbangkan, warga Jerman hanya akan memiliki sedikit tempat aman untuk dituju.
Badan Federal untuk Real Estate (BImA) dan Kantor Federal Perlindungan Sipil dan Bantuan Bencana di Jerman, melaporkan tidak satu pun dari 579 bunker di negara itu yang siap digunakan.
Pakar bunker Jerman, Jorg Diester, mengatakan kepada surat kabar Die Stern: “Ini adalah situasi yang sangat, sangat sulit yang kami hadapi di sini. Persepsi di bidang pertahanan militer dan sipil adalah kami tidak lagi menghadapi ancaman."
"Kemudian Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman) sebagian besar dilucuti senjatanya, dan hal yang sama persis terjadi di bidang pertahanan sipil," ujarnya, yang dilansir The Mirror, Senin (21/4/2025).
“Ini tidak berarti tempat perlindungan yang ada ditutup, tetapi mereka justru memasuki apa yang disebut proses deklasifikasi.”
Namun, tampaknya jika bom-bom dalam perang semacam itu diterbangkan, warga Jerman hanya akan memiliki sedikit tempat aman untuk dituju.
Badan Federal untuk Real Estate (BImA) dan Kantor Federal Perlindungan Sipil dan Bantuan Bencana di Jerman, melaporkan tidak satu pun dari 579 bunker di negara itu yang siap digunakan.
Pakar bunker Jerman, Jorg Diester, mengatakan kepada surat kabar Die Stern: “Ini adalah situasi yang sangat, sangat sulit yang kami hadapi di sini. Persepsi di bidang pertahanan militer dan sipil adalah kami tidak lagi menghadapi ancaman."
"Kemudian Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman) sebagian besar dilucuti senjatanya, dan hal yang sama persis terjadi di bidang pertahanan sipil," ujarnya, yang dilansir The Mirror, Senin (21/4/2025).
“Ini tidak berarti tempat perlindungan yang ada ditutup, tetapi mereka justru memasuki apa yang disebut proses deklasifikasi.”
Lihat Juga :