Kocak, Pria Ini Gunakan Pengacara AI yang Membuat Hakim Bingung dan Marah
Jum'at, 11 April 2025 - 07:57 WIB
Dia mengira avatar AI dapat berbicara lebih jelas daripada dirinya sendiri karena saat berbicara, dia terkadang bergumam, terbata-bata, atau mencampuradukkan kata-katanya.
Dia mengatakan bahwa dirinya bermaksud membuat replika digital dirinya sendiri tetapi mengalami "kesulitan teknis".
Dalam suratnya kepada para hakim, dia menulis, "Tujuan saya bukanlah untuk menipu, melainkan untuk menyampaikan argumen saya dengan cara seefisien mungkin."
"Namun, saya menyadari bahwa pengungkapan dan transparansi yang tepat harus selalu diutamakan," paparnya.
Ini bukan pertama kalinya AI terlibat dalam proses hukum. Pada bulan Juni 2023, dua pengacara menggunakan alat AI ChatGPT untuk membantu mereka melakukan penelitian hukum untuk sebuah kasus. AI tersebut memberi mereka kasus hukum palsu. Akibatnya, seorang hakim federal di New York mendenda masing-masing pengacara dan firma hukum mereka sebesar USD5.000.
Dia mengatakan bahwa dirinya bermaksud membuat replika digital dirinya sendiri tetapi mengalami "kesulitan teknis".
Dalam suratnya kepada para hakim, dia menulis, "Tujuan saya bukanlah untuk menipu, melainkan untuk menyampaikan argumen saya dengan cara seefisien mungkin."
"Namun, saya menyadari bahwa pengungkapan dan transparansi yang tepat harus selalu diutamakan," paparnya.
Ini bukan pertama kalinya AI terlibat dalam proses hukum. Pada bulan Juni 2023, dua pengacara menggunakan alat AI ChatGPT untuk membantu mereka melakukan penelitian hukum untuk sebuah kasus. AI tersebut memberi mereka kasus hukum palsu. Akibatnya, seorang hakim federal di New York mendenda masing-masing pengacara dan firma hukum mereka sebesar USD5.000.
(mas)
Lihat Juga :