Israel Terus Terang Akui Gagal Mengalahkan Hizbullah

Rabu, 27 November 2024 - 21:12 WIB
Sementara itu, pemimpin oposisi Israel Yair Lapid mengatakan pada hari Selasa bahwa perjanjian apa pun dengan Hizbullah "tidak akan menghapus rasa malu."

"Kesepakatan untuk mengembalikan para sandera dan semua warga negara ke rumah mereka harus dicapai," tegasnya, dilansir Al Jazeera. "Pemerintah Israel terseret ke dalam gencatan senjata dan gagal mengubah kemenangan militer menjadi pencapaian politik."

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Selasa bahwa rezim pendudukan telah mencapai prestasi besar di tujuh garis depan tempat pasukannya bertempur. Ia juga menekankan komitmen rezimnya untuk "mengembalikan para sandera di Gaza ke rumah mereka," dengan mengatakan, "Kami [juga] akan mengembalikan semua warga negara di utara ke rumah mereka."

Surat perintah penangkapan Netanyahu dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional minggu lalu. Ia menghadapi dakwaan melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Sementara itu, Israeli Broadcasting Corporation melaporkan bahwa komandan divisi di pasukan pendudukan Israel dipanggil ke sebuah pertemuan dengan kepala Komando Utara untuk membahas perjanjian gencatan senjata. Gencatan senjata mulai berlaku pada pukul 4 pagi waktu setempat hari ini.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!