AS Yakin Kematian Yahya Sinwar Jadi Peluang untuk Akhiri Perang Israel - Hamas
Kamis, 17 Oktober 2024 - 22:06 WIB
Ia juga tidak pernah terdengar di depan umum selama hampir satu tahun – hingga pertengahan September.
Pada 10 September, ia mengeluarkan pernyataan pertamanya sejak perang, mengucapkan selamat kepada Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune atas kemenangan pemilihannya, menurut saluran Telegram Hamas.
Keesokan harinya, kantornya mengatakan bahwa ia menulis surat ucapan terima kasih kepada mereka yang menyampaikan belasungkawa setelah kematian Ismail Haniyeh, pendahulunya yang terbunuh. Dan pada 13 September, sepucuk surat dikirimkan kepada kepala Hizbullah saat itu, Hassan Nasrallah. CNN tidak dapat memverifikasi apakah Sinwar memang penulis surat tersebut.
Sinwar diangkat menjadi pemimpin politik Hamas setelah Haniyeh dibunuh di ibu kota Iran, Teheran, pada bulan Juli. Ia dianggap lebih keras kepala daripada pendahulunya dalam berurusan dengan Israel dan lebih menyukai kerja sama dan hubungan yang lebih erat dengan Iran dan kelompok-kelompok Islamis sekutu seperti Hizbullah.
Pada 10 September, ia mengeluarkan pernyataan pertamanya sejak perang, mengucapkan selamat kepada Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune atas kemenangan pemilihannya, menurut saluran Telegram Hamas.
Keesokan harinya, kantornya mengatakan bahwa ia menulis surat ucapan terima kasih kepada mereka yang menyampaikan belasungkawa setelah kematian Ismail Haniyeh, pendahulunya yang terbunuh. Dan pada 13 September, sepucuk surat dikirimkan kepada kepala Hizbullah saat itu, Hassan Nasrallah. CNN tidak dapat memverifikasi apakah Sinwar memang penulis surat tersebut.
Sinwar diangkat menjadi pemimpin politik Hamas setelah Haniyeh dibunuh di ibu kota Iran, Teheran, pada bulan Juli. Ia dianggap lebih keras kepala daripada pendahulunya dalam berurusan dengan Israel dan lebih menyukai kerja sama dan hubungan yang lebih erat dengan Iran dan kelompok-kelompok Islamis sekutu seperti Hizbullah.
(ahm)
Lihat Juga :