Gelombang Serangan Taliban Guncang Afghanistan, 12 Tewas

Selasa, 25 Agustus 2020 - 20:35 WIB
Warga sipil Afghanistan terus menanggung beban perang di seluruh negeri, meskipun ada upaya untuk meluncurkan pembicaraan damai antara pemerintah Kabul dan Taliban, dan untuk menemukan rencana pasca-perang Afghanistan.

Pembicaraan itu direncanakan berdasarkan perjanjian perdamaian Amerika Serikat (AS)-Taliban yang ditandatangani pada Februari lalu. Namun permulaannya telah terhambat oleh serangkaian penundaan atas pembebasan tahanan. (Baca: AS-Taliban Teken Kesepakatan Damai, Akhiri Perang 19 Tahun )

Juga pada hari Selasa, serangan di pos pemeriksaan pasukan pro-pemerintah di provinsi Ghor barat menewaskan delapan tentara dan melukai lima lainnya. Hal itu dikatakan Arif Aber, juru bicara gubernur provinsi.

Serangan di distrik Shahrak memicu baku tembak selama lima jam.

Tidak ada yang langsung mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi pihak berwenang menyalahkan Taliban.

Di Ibu Kota Kabul, pemboman pinggir jalan menewaskan seorang petugas polisi sementara seorang polisi wanita dan sopirnya terluka ketika penyerang tak dikenal menembaki mereka, kata juru bicara kepala polisi Kabul Ferdaws Faramarz.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!