Siapa Abu Hafs al-Hashimi al-Qurayshi? Pemimpin ISIS Berambisi Menyebar Teror ke Seluruh Eropa

Senin, 25 Maret 2024 - 23:23 WIB
"Memiliki begitu banyak khalifah dalam suksesi yang begitu cepat bisa berarti bahwa kelompok-kelompok afiliasinya kehilangan kepercayaan pada merek ISIS. Dari sisi personel, ada kemungkinan bahwa para pemimpin ISIS kesulitan untuk menyepakati khalifah baru justru karena calon ideal mereka telah meninggal atau ditangkap oleh pihak berwenang yang memburu mereka," kata Prowant, dilansir Newsweek.

Baca Juga: Hamas Klaim Sedang Berperang Melawan AS sebagai Sahabat Karib Israel

2. Memperkuat ISIS sebagai Organisasi Teror yang Kuat



Foto/Reuters

Selain memerangi kemerosotan institusional ini, Abu Hafs al-Hashimi al-Qurayshi harus menghidupkan kembali gerakan yang tampaknya telah kehilangan momentumnya di Irak dan Suriah. Pada tahun 2021 dan 2022, terdapat tanda-tanda potensi kembalinya ISIS di Timur Tengah. Dengan banyaknya pembobolan penjara dan serangkaian serangan yang terus menerus, peringatan ini tampaknya masuk akal. Namun pada tahun 2023 terjadi penurunan tajam dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Pada bulan April 2022, misalnya, Irak dan Suriah masing-masing mengalami lebih dari 100 serangan dari agen ISIS. Namun pada tahun 2023, belum ada satu bulan pun yang mengalami lebih dari 25 serangan. Berdasarkan laporan terbaru inspektur jenderal mengenai Operasi Inherent Resolve, ISIS di negara-negara ini berada dalam “postur bertahan hidup dengan kecepatan operasional yang rendah.”

3. Memperkuat Eksistensi ISIS



Foto/Reuters
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!