Hizbullah Tembakkan 62 Rudal ke Pangkalan Pengintai Udara Israel
Minggu, 07 Januari 2024 - 06:01 WIB
Baca juga: 12.500 Tentara Israel Cacat akibat Perang di Jalur Gaza
Pasukan kolonial Israel (IDF) mengklaim 40 rudal ditembakkan ke pangkalan tersebut. Tidak disebutkan apakah serangan tersebut menimbulkan korban jiwa atau tidak.
Hizbullah mengatakan serangan tersebut telah menyebabkan “hantaman langsung dan cedera”. IDF mengatakan mereka melancarkan serangan udara di lokasi peluncuran di Lebanon selatan sebagai tanggapannya.
Rekaman video yang dibagikan di media sosial menunjukkan sejumlah rudal menghantam pangkalan tersebut, serta asap hitam pekat membubung dari beberapa titik di puncak gunung setelah serangan tersebut.
Tak lama setelah pecahnya perang Israel-Hamas pada Oktober lalu, Hizbullah menyatakan dirinya “berperang” dengan negara kolonial Zionis tersebut.
Terlibat dalam saling balas dendam dengan IDF, para pejuang Lebanon hingga saat ini melancarkan kampanye terbatas yang bertujuan mengikat pasukan Israel di dekat perbatasan, sehingga mencegah penempatan mereka seluruhnya ke Gaza.
Namun, posisi kelompok tersebut semakin mengeras setelah pembunuhan al-Arouri pada Selasa.
Pasukan kolonial Israel (IDF) mengklaim 40 rudal ditembakkan ke pangkalan tersebut. Tidak disebutkan apakah serangan tersebut menimbulkan korban jiwa atau tidak.
Hizbullah mengatakan serangan tersebut telah menyebabkan “hantaman langsung dan cedera”. IDF mengatakan mereka melancarkan serangan udara di lokasi peluncuran di Lebanon selatan sebagai tanggapannya.
Rekaman video yang dibagikan di media sosial menunjukkan sejumlah rudal menghantam pangkalan tersebut, serta asap hitam pekat membubung dari beberapa titik di puncak gunung setelah serangan tersebut.
Tak lama setelah pecahnya perang Israel-Hamas pada Oktober lalu, Hizbullah menyatakan dirinya “berperang” dengan negara kolonial Zionis tersebut.
Terlibat dalam saling balas dendam dengan IDF, para pejuang Lebanon hingga saat ini melancarkan kampanye terbatas yang bertujuan mengikat pasukan Israel di dekat perbatasan, sehingga mencegah penempatan mereka seluruhnya ke Gaza.
Namun, posisi kelompok tersebut semakin mengeras setelah pembunuhan al-Arouri pada Selasa.
Lihat Juga :