AS Selidiki Klaim China Bantu Saudi Kembangkan Senjata Nuklir
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 06:21 WIB
Pada awal tahun ini, lebih dari 150 negara, termasuk Iran dan AS, telah menandatangani protokol tambahan IAEA - jenis pengawasan paling canggih dari badan tersebut - yang melindungi dari penyebaran senjata nuklir.
Baik Arab Saudi maupun Israel belum menandatangani perjanjian pengawasan terbaru ini.
Robert Kelley, mantan inspektur badan tersebut, mengatakan kepada New York Times bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tidak senang tentang ketidakjelasan Riyadh terhadap "program mereka yang ada dan kemana arahnya".
Meskipun dia tidak berpikir bahwa pabrik pusat Saudi itu tidak biasa, dia yakin Riyadh dan Beijing mungkin bekerja sama dalam kegiatan rahasia lainnya.
"Saya yakin sepenuhnya bahwa Arab Saudi dan China secara aktif bekerja sama dalam rencana penambangan uranium dan produksi kue kuning," katanya menggunakan istilah lain dari nuklir.
Pekan lalu, anggota DPR dari Partai Demokrat, Adam Schiff memasukkan ketentuan dalam RUU otorisasi anggaran intelijen yang mensyaratkan pemerintahan Trump untuk menyerahkan laporan tentang upaya Saudi untuk mengembangkan program nuklir.
Laporan itu, ketentuan tersebut menyatakan, harus mencakup penilaian keadaan kerja sama nuklir antara Arab Saudi dan negara lain selain Amerika Serikat, seperti Republik Rakyat China atau Federasi Rusia.(Baca: AS Tak Akan Biarkan Arab Saudi Membuat Bom Nuklir )
Baik Arab Saudi maupun Israel belum menandatangani perjanjian pengawasan terbaru ini.
Robert Kelley, mantan inspektur badan tersebut, mengatakan kepada New York Times bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tidak senang tentang ketidakjelasan Riyadh terhadap "program mereka yang ada dan kemana arahnya".
Meskipun dia tidak berpikir bahwa pabrik pusat Saudi itu tidak biasa, dia yakin Riyadh dan Beijing mungkin bekerja sama dalam kegiatan rahasia lainnya.
"Saya yakin sepenuhnya bahwa Arab Saudi dan China secara aktif bekerja sama dalam rencana penambangan uranium dan produksi kue kuning," katanya menggunakan istilah lain dari nuklir.
Pekan lalu, anggota DPR dari Partai Demokrat, Adam Schiff memasukkan ketentuan dalam RUU otorisasi anggaran intelijen yang mensyaratkan pemerintahan Trump untuk menyerahkan laporan tentang upaya Saudi untuk mengembangkan program nuklir.
Laporan itu, ketentuan tersebut menyatakan, harus mencakup penilaian keadaan kerja sama nuklir antara Arab Saudi dan negara lain selain Amerika Serikat, seperti Republik Rakyat China atau Federasi Rusia.(Baca: AS Tak Akan Biarkan Arab Saudi Membuat Bom Nuklir )
(ber)
Lihat Juga :