Cari Korban Tewas Serangan Hamas, Ahli Ekologi Israel Gunakan Burung Pemangsa

Jum'at, 10 November 2023 - 12:51 WIB
Diperkirakan 1.500 pria bersenjata Hamas menerobos pagar pembatas Jalur Gaza di Israel selatan pada tanggal 7 Oktober dan secara sistematis menyerang komunitas Yahudi serta pos militer di dekatnya. Sebuah festival musik juga menjadi sasaran serangan.

Serangan tersebut menyebabkan lebih dari 1.400 orang terbunuh, dan lebih dari 200 orang disandera.

Lebih dari 10.800 orang telah terbunuh di Gaza sejak itu, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas, termasuk lebih dari 4.400 anak-anak.

Hatzofe mengatakan dia melacak di mana burung-burung itu berhenti dengan alat pelacak GPS. Meskipun pelacak tidak memiliki video, mereka dapat memberi tahu burung tersebut bagaimana burung itu bergerak, di ketinggian berapa, dan titik data lain yang dapat menunjukkan area yang diminati. Dia kemudian melakukan referensi silang informasi tersebut dengan citra satelit.

Ahli ekologi itu mengatakan bahwa membantu upaya ini sangat bermanfaat, terutama karena dapat membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masih ada bagi keluarga korban.

“Hidup dalam ketidakpastian ini dan mengetahui bahwa beberapa diantaranya mungkin tidak akan pernah ditemukan adalah hal terburuk di dunia,” ujarnya.

Hatzofe juga hidup dalam ketidakpastian tersebut.

Dia mengatakan temannya Ohad Yahalomi dan anak Yahalomi yang berusia 12 tahun masih hilang setelah Hamas menyerang rumah mereka di Nir Oz, sebuah kibbutz di Israel selatan.

Baca Juga: Kisah Bocah Gaza Menanti Hari Ulang Tahun Tewas Dibom Israel: 'Kareem, Rayakanlah di Surga'
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!