Masa Depan Prancis di Niger Tamat, Semua Pasukan Ditarik pada Pekan Ini
Jum'at, 06 Oktober 2023 - 00:28 WIB
Sebelumnya, penguasa baru Niger telah menangguhkan sejumlah perjanjian kerja sama militer dengan Perancis dan meminta agar pasukannya mundur dari negara tersebut sebagai tanggapan atas ketidakpuasan yang meluas terhadap misi anti-pemberontakan yang telah berlangsung selama satu dekade di wilayah Sahel.
Presiden Prancis Emmanuel Macron bersikeras bahwa pemerintahan militer baru tidak memiliki legitimasi dan menyebut pengusiran Itte sebagai “provokasi.”
Baca Juga: Menjijikkan! Paris Dilanda Darurat Kutu Busuk di Transportasi dan Fasilitas Publik
Namun bulan lalu, Macron mengumumkan bahwa Prancis akan mengakhiri kerja sama militernya dengan otoritas baru Niger ketika utusan tersebut kembali ke Paris. Pasukan Prancis akan meninggalkan Niamey “pada akhir tahun ini,” tambahnya.
Pada hari Kamis, markas besar militer Perancis mengutip perintah “repatriasi” dari presiden sebagai alasan keputusan mereka untuk memulai penarikan tentara dari negara Afrika yang kaya uranium.
Presiden Prancis Emmanuel Macron bersikeras bahwa pemerintahan militer baru tidak memiliki legitimasi dan menyebut pengusiran Itte sebagai “provokasi.”
Baca Juga: Menjijikkan! Paris Dilanda Darurat Kutu Busuk di Transportasi dan Fasilitas Publik
Namun bulan lalu, Macron mengumumkan bahwa Prancis akan mengakhiri kerja sama militernya dengan otoritas baru Niger ketika utusan tersebut kembali ke Paris. Pasukan Prancis akan meninggalkan Niamey “pada akhir tahun ini,” tambahnya.
Pada hari Kamis, markas besar militer Perancis mengutip perintah “repatriasi” dari presiden sebagai alasan keputusan mereka untuk memulai penarikan tentara dari negara Afrika yang kaya uranium.
Lihat Juga :