Kowloon Walled City, Kota Tanpa Hukum yang Jadi Surga Para Kriminal
Minggu, 10 September 2023 - 11:09 WIB
Pada tahun 1898, Inggris menyewa New Territories dari China selama 99 tahun. Kowloon Walled City menjadi sebuah enklave de jure China di dalam wilayah Inggris.
Namun, China tidak memiliki kekuatan untuk mengelola kota tersebut, sementara Inggris tidak tertarik untuk mengintervensi. Hal ini membuat Kowloon Walled Menjadi tanah tak bertuan yang tidak tunduk kepada hukum manapun.
Pada tahun 1941, Jepang menginvasi Hong Kong dan menduduki Kowloon Walled City. Mereka merobohkan sebagian besar bangunan di dalam kota tersebut dan menggunakan batu-batunya untuk membangun landasan pacu di dekat bandara Kai Tak.
Kowloon Walled City kemudian menjadi tempat berlindung bagi para pengungsi yang melarikan diri dari perang saudara di China pada tahun 1949. Mereka mulai membangun rumah-rumah sederhana di atas reruntuhan kota tersebut tanpa izin atau rencana apapun.
Mereka juga tidak membayar pajak atau sewa kepada pihak berwenang. Populasi kota tersebut terus bertambah seiring dengan arus imigrasi dari China daratan.
Pada tahun 1950-an hingga 1970-an, Kowloon Walled City menjadi dikuasai oleh triad, yaitu organisasi kriminal yang berasal dari China. Triad menjalankan berbagai bisnis ilegal di dalam kota tersebut, seperti prostitusi, judi, dan perdagangan narkoba.
Namun, China tidak memiliki kekuatan untuk mengelola kota tersebut, sementara Inggris tidak tertarik untuk mengintervensi. Hal ini membuat Kowloon Walled Menjadi tanah tak bertuan yang tidak tunduk kepada hukum manapun.
Pada tahun 1941, Jepang menginvasi Hong Kong dan menduduki Kowloon Walled City. Mereka merobohkan sebagian besar bangunan di dalam kota tersebut dan menggunakan batu-batunya untuk membangun landasan pacu di dekat bandara Kai Tak.
Kowloon Walled City kemudian menjadi tempat berlindung bagi para pengungsi yang melarikan diri dari perang saudara di China pada tahun 1949. Mereka mulai membangun rumah-rumah sederhana di atas reruntuhan kota tersebut tanpa izin atau rencana apapun.
Mereka juga tidak membayar pajak atau sewa kepada pihak berwenang. Populasi kota tersebut terus bertambah seiring dengan arus imigrasi dari China daratan.
Pada tahun 1950-an hingga 1970-an, Kowloon Walled City menjadi dikuasai oleh triad, yaitu organisasi kriminal yang berasal dari China. Triad menjalankan berbagai bisnis ilegal di dalam kota tersebut, seperti prostitusi, judi, dan perdagangan narkoba.
Lihat Juga :