6 Kebijakan Kontroversial Pangeran Mohammed Bin Salman yang Buat AS Murka
Selasa, 06 Juni 2023 - 10:54 WIB
2. Bersandar pada Rusia
Foto/Reuters
Pada Maret 2023, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan bahwa Arab Saudi berusaha untuk memperkuat dan mengembangkan hubungan dengan Rusia di semua tingkatan. Rusia juga menyambut baik minat Arab Saudi yang meningkat untuk berpartisipasi aktif tidak hanya dalam penyelesaian masalah regional tetapi juga masalah di tingkat internasional.
3. Makin Mesra dengan Iran
Foto/Reuters
Rivalitas antara Iran dan Arab Saudi diperkirakan akan berakhir. Kedua negara itu akan menjalin rekonsiliasi dengan memulihkan hubungan diplomatik setelah keretakan selama tujuh tahun. Itu bertujuan membangun stabilitas regional dan setuju untuk mengejar kerja sama ekonomi. Hal tersebut membuat Washington marah.
Pemahaman terbaru semakin menurunkan kemungkinan konflik bersenjata antara saingan, baik secara langsung maupun dalam konflik proksi di sekitar kawasan. Itu bisa mendukung upaya para diplomat untuk mengakhiri perang panjang di Yaman, konflik di mana Iran dan Arab Saudi mengakar kuat.
Namun masih harus dilihat sejauh mana upaya rekonsiliasi akan berkembang. Persaingan berawal dari revolusi 1979 yang menggulingkan monarki dukungan Barat Iran, dan dalam beberapa tahun terakhir kedua negara telah mendukung kelompok bersenjata dan faksi politik yang bersaing di seluruh wilayah.
Baca Juga: Mohammed bin Salman Sekarang Bebas Berikan Kewarganegaraan Arab Saudi ke Siapa Saja
4. Membeli Senjata dari China
Foto/Reuters
Para pemimpin Saudi sangat ingin menekankan China sekarang adalah "pemain utama dalam keamanan dan stabilitas Teluk.
China siap untuk masuk ke pasar senjata Timur Tengah melalui kesepakatan besar dengan Arab Saudi. Padahal, selama beberapa dekade, Saudi secara tradisional mengandalkan AS untuk pembelian besar-besaran mereka.
Lihat Juga :