Mengulik Sejarah Hubungan Israel dan Mesir, dari Perang Panjang hingga Berujung Perdamaian
Senin, 05 Juni 2023 - 20:17 WIB
Lanjut, tahun 1967 muncul pertempuran lain yang dikenal ‘Six Day War’. Konflik ini berlaku atas koalisi negara Arab seperti Mesir, Suriah dan Yordania menghadapi Israel.
Dalam Perang 1967, di luar dugaan Israel meraih kemenangan dan berhasil merebut sejumlah wilayah. Sementara di sisi Tel Aviv bergembira, para pemimpin negara Arab terkejut dengan kekalahannya yang dianggap memalukan.
Perang terakhir yang terjadi dikenal sebagai Yom Kippur tahun 1973. Berusaha merebut kembali wilayah yang hilang, pasukan Mesir-Suriah menggempur Israel di hari suci Yom Kippur.
Sempat tertekan, pada akhirnya Israel melakukan serangan balik dan berusaha mengembalikan keadaan. Pada akhirnya, gencatan senjata terjadi dengan mediasi oleh AS dan Uni Soviet.
Setelah rangkaian pertempuran antara negara Arab-Israel, mulai muncul sejumlah perjanjian perdamaian. Salah satunya adalah Perjanjian Camp David tahun 1978 serta Perjanjian Perdamaian Israel-Mesir setahun setelahnya.
Pada perkembangannya, Mesir dan Israel menikmati hubungan yang damai, meski sejatinya mereka bisa dibilang tidak terlalu ‘bersahabat’. Terlebih, pada periode Arab Spring muncul kekhawatiran Israel tentang hubungannya dengan Kairo.
Namun, nyatanya hubungan yang dibangun melalui perjanjian 1979 masih tetap dipertahankan sampai sekarang. Tak hanya itu, beberapa kali keduanya juga menjalin kerja sama dalam berbagai bidang yang saling menguntungkan.
Dalam Perang 1967, di luar dugaan Israel meraih kemenangan dan berhasil merebut sejumlah wilayah. Sementara di sisi Tel Aviv bergembira, para pemimpin negara Arab terkejut dengan kekalahannya yang dianggap memalukan.
Perang terakhir yang terjadi dikenal sebagai Yom Kippur tahun 1973. Berusaha merebut kembali wilayah yang hilang, pasukan Mesir-Suriah menggempur Israel di hari suci Yom Kippur.
Sempat tertekan, pada akhirnya Israel melakukan serangan balik dan berusaha mengembalikan keadaan. Pada akhirnya, gencatan senjata terjadi dengan mediasi oleh AS dan Uni Soviet.
Setelah rangkaian pertempuran antara negara Arab-Israel, mulai muncul sejumlah perjanjian perdamaian. Salah satunya adalah Perjanjian Camp David tahun 1978 serta Perjanjian Perdamaian Israel-Mesir setahun setelahnya.
Pada perkembangannya, Mesir dan Israel menikmati hubungan yang damai, meski sejatinya mereka bisa dibilang tidak terlalu ‘bersahabat’. Terlebih, pada periode Arab Spring muncul kekhawatiran Israel tentang hubungannya dengan Kairo.
Namun, nyatanya hubungan yang dibangun melalui perjanjian 1979 masih tetap dipertahankan sampai sekarang. Tak hanya itu, beberapa kali keduanya juga menjalin kerja sama dalam berbagai bidang yang saling menguntungkan.
(sya)
Lihat Juga :
tulis komentar anda