Menunggu Pemenang Perebutan Supremasi Antariksa
Jum'at, 24 Juli 2020 - 11:15 WIB
China sebelumnya membuat misi ke Mars bersama Rusia pada 2011. Namun, pesawat yang mengangkut misi tersebut gagal keluar dari orbit Bumi dan pecah di Samudra Pasifik.
Pada Senin lalu (20/7/2020), Uni Emirat Arab baru saja meluncurkan misi ke Mars. Misi itu bertujuan untuk mengkaji atmosfer ke Mars. Misi lain yang akan meluncur ke Mars adalah ExoMars milik Rusia dan Uni Eropa yang tertunda selama dua tahun karena masa teknis dan kali ini juga tertunda karena pandemi. (Baca juga: China Ancam Tolak Paspor Nasional Luar negeri Inggris)
Sementara itu, AS berencana mengirimkan wahana dalam beberapa bulan ke depan bernama Perseverance, wahana terbesar dan terberat yang dikirim Badan Antariksa AS (NASA). “Sebagai percobaan pertama bagi China, saya tidak memperkirakan hal signifikan dengan apa yang akan dilakukan AS,” kata Jonathan McDowell, pakar astronomi di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics. AS sudah mengirimkan empat wahana ke Mars sejak akhir 1990-an. Perseverance merupakan wahana seukuran mobil yang melihat tanda-tanda kehidupan mikrobiologi kuno dan mengumpulkan batu serta tanah. Itu bertujuan membawa kembali hasil penggalian ke Bumi pada misi selanjutnya tahun 2031.
Misi China itu sebenarnya sama seperti misi Viking milik NASA pada 1975-1976, yakni menggabungkan orbiter dan pendarat. “Tianwen-1 bisa dibandingkan dengan ambisi Viking,” ujar McDowell.
Lihat Juga :