Terjerat Kasus Korupsi, Eks PM Malaysia Mengaku Tidak Bersalah

Jum'at, 10 Maret 2023 - 09:52 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim menolak tuduhan bahwa tuduhan itu bermotif politik dan mencatat bahwa penyelidikan dilakukan secara independen oleh lembaga antikorupsi.

Setelah mengambil alih kekuasaan pada November lalu, Anwar memerintahkan peninjauan kembali proyek-proyek pemerintah yang disetujui oleh pemerintahan sebelumnya termasuk Muhyiddin, yang memimpin Malaysia dari Maret 2020 hingga Agustus 2021.

Dua anggota senior dari partai Bersatu pimpinan Muhyiddin baru-baru ini didakwa melakukan korupsi. MACC juga membekukan rekening partai Bersatu.

Muhyiddin pada Kamis kemarin mengatakan bahwa tuduhan itu untuk mempermalukannya dan melumpuhkan aliansinya yang didominasi Islam, yang mendapat dukungan kuat dari etnis Melayu yang berjumlah sekitar dua pertiga dari 33 juta penduduk Malaysia.

Baca Juga: Telah Diinterogasi, Mantan PM Malaysia Muhyiddin Yassin Akan Didakwa Korupsi

Anwar dan Muhyiddin telah berjuang untuk jabatan perdana menteri setelah pemilihan umum November lalu menghasilkan parlemen yang digantung. Raja kemudian menunjuk Anwar sebagai perdana menteri setelah dia membentuk pemerintahan persatuan dengan beberapa partai kecil, namun kekuatannya akan diuji dalam pemilu enam negara bagian yang dijadwalkan dalam beberapa bulan mendatang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!