Ingin Mengembargo Senjata ke Houthi, Teluk Dilawan Rusia
Kamis, 02 April 2015 - 15:22 WIB
Ingin Mengembargo Senjata ke Houthi, Teluk Dilawan Rusia
A
A
A
NEW YORK - Negara-negara Teluk yang ingin mengembargo senjata terhadap kelompok Houthi di Yaman melalui resolusi PBB dilawan Rusia. Resolusi itu dibuat setelah Arab Saudi dan koalisi Teluk melakukan agresi terhadap Houthi di Yaman sejak seminggu lalu.
Enam negara Teluk (GCC) telah melakukan negosiasi dengan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, terkait langkah agresi militer ke Yaman yang dilakukan tanpa mandat PBB. GCC tidak lagi mencari dukungan agresi dalam resolusi itu, dengan alasan agresi merupakan tindakan legal karena atas permintaan Presiden Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi.
Seorang diplomat negara Dewan Keamanan PBB yang menolak diidentifikasi mengatakan, niat negara-negara Teluk untuk menjatuhkan sanksi atau embargo senjata ditentang keras oleh Rusia yang dikenal berhubungan baik dengan Iran.
Arab Saudi sebelumnya menuduh Iran mendukung kelompok Houthi yang ingin mengambil alih kekusaan di Yaman. Saudi juga menuding Iran mendukung Houthi untuk memperluas pengaruh regionalnya.
”Upaya GCC sekarang untuk melobi Rusia sangat, sangat sulit,” kata diplomat itu, seperti dikutip Al Arabiya, Kamis (2/4/2015). Selama negosiasi, Rusia disuguhi rancangan amandemen resolusi PBB yang berisi rencana untuk memperpanjang embargo senjata kepada semua pihak yang berkonflik di Yaman, termasuk kepada pasukan Presiden Hadi.
Sementara itu, juru bicara perwakilan Rusia untuk PBB, Aleksey Zaytsev, menegaskan, bahwa Rusia ada masalah dengan resolusi PBB itu. Tetapi dia menolak untuk memberikan rincian.
Enam negara Teluk (GCC) telah melakukan negosiasi dengan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, terkait langkah agresi militer ke Yaman yang dilakukan tanpa mandat PBB. GCC tidak lagi mencari dukungan agresi dalam resolusi itu, dengan alasan agresi merupakan tindakan legal karena atas permintaan Presiden Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi.
Seorang diplomat negara Dewan Keamanan PBB yang menolak diidentifikasi mengatakan, niat negara-negara Teluk untuk menjatuhkan sanksi atau embargo senjata ditentang keras oleh Rusia yang dikenal berhubungan baik dengan Iran.
Arab Saudi sebelumnya menuduh Iran mendukung kelompok Houthi yang ingin mengambil alih kekusaan di Yaman. Saudi juga menuding Iran mendukung Houthi untuk memperluas pengaruh regionalnya.
”Upaya GCC sekarang untuk melobi Rusia sangat, sangat sulit,” kata diplomat itu, seperti dikutip Al Arabiya, Kamis (2/4/2015). Selama negosiasi, Rusia disuguhi rancangan amandemen resolusi PBB yang berisi rencana untuk memperpanjang embargo senjata kepada semua pihak yang berkonflik di Yaman, termasuk kepada pasukan Presiden Hadi.
Sementara itu, juru bicara perwakilan Rusia untuk PBB, Aleksey Zaytsev, menegaskan, bahwa Rusia ada masalah dengan resolusi PBB itu. Tetapi dia menolak untuk memberikan rincian.
(mas)