Dunia Fokus Perang Rusia-Ukraina, Yaman di Ambang Kehancuran Total

Sabtu, 19 Maret 2022 - 18:15 WIB
loading...
Dunia Fokus Perang Rusia-Ukraina, Yaman di Ambang Kehancuran Total
Kondisi bocah Yaman yang kelaparan dan menderita kekurangan gizi akibat negaranya dilanda perang. Kehancuran negara ini akan semakin parah karena terpengaruh perang Rusia dan Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
SANAA - Ketika masyarakat internasional fokus pada perang Rusia-Ukraina , kondisi Yaman sudah di ambang kehancuran total.

PBB dan kelompok-kelompok bantuan telah memperingatkan konsekuensi serius bagi Yaman setelah konferensi janji internasional gagal mengumpulkan cukup uang untuk mencegah bencana kemanusiaan di negara Arab ini.

Dibayangi oleh konflik di Ukraina, Yaman yang kekurangan bantuan—sudah menderita krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Menurut PBB, negara ini sudah berada di ambang kehancuran total.

Dengan negara yang hampir sepenuhnya bergantung pada impor, kelompok bantuan mengatakan situasinya hanya akan memburuk setelah invasi Rusia ke Ukraina, yang menghasilkan hampir sepertiga dari pasokan gandum Yaman.

Sekitar 80 persen dari sekitar 30 juta orangnya bergantung pada bantuan untuk bertahan hidup, setelah tujuh tahun konflik yang telah menewaskan ratusan ribu orang, secara langsung atau tidak langsung.

Baca juga: BREAKING NEWS-Pertama Kali, Rusia Gunakan Rudal Hipersonik Gempur Ukraina

PBB menyuarakan kekecewaan setelah konferensi pada Rabu mengangkat kurang dari sepertiga dari target untuk membantu 17,3 juta orang Yaman yang membutuhkan.

Badan dunia ini telah berulang kali memperingatkan bahwa lembaga bantuan kehabisan dana, memaksa mereka untuk memangkas program "menyelamatkan jiwa".

“Kekurangan dana berarti kebutuhan orang tidak akan terpenuhi,” kata Auke Lootsma, perwakilan tetap Program Pembangunan PBB untuk Yaman, kepada AFP, Sabtu (19/3/2022).

“Prospek untuk tahun depan terlihat sangat suram untuk Yaman. Ini adalah situasi paling suram yang kami alami sejauh ini di negara ini.”
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2800 seconds (11.97#12.26)