Inggris Tekan Iran Agar Tak Dukung Houthi
Jum'at, 27 Maret 2015 - 00:37 WIB
Inggris Tekan Iran Agar Tak Dukung Houthi
A
A
A
LONDON - Perdana Menteri Inggris, David Cameron dilaporkan telah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani, Kamis (26/3/2014). Dalam percakapan telepon itu Cameron menekan Iran agar tak lagi memberi dukungan pada Houthi, pemberontak Syiah yang coba mendongkel kekuasaan Presiden Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi.
Seperti dilaporkan Reuters, Cameron menegaskan bahwa negara-negara lain tidak boleh mendukung Houthi. "Dalam rangka untuk memulihkan stabilitas, apa yang kita butuhkan adalah proses politik dan sebagai bagian dari proses itu, negara-negara lain tidak boleh mendukung pemberontak Houthi,” jelas juru bicara Cameron, seperti dikutip dari Reuters.
“Sebaliknya, kita perlu mendorong semua pihak di Yaman dengan berbagai kepentingan yang berbeda, untuk terlibat bersama-sama dalam proses politik, " lanjut kata juru bicara itu.
Percakapan telepon ini dilakukan setelah Arab Saudi dan sejumlah negara-negara Teluk melancarkan serangan udara ke basis pemberontak Houthi di Yaman. Serangan dilancarkan setelah Presiden Yaman meminta bantuan militer pada Saudi.
Sejumlah negara mengecam serangan udara itu, yang dianggap akan memperkeruh situasi Yaman. Serangan itu sendiri menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.
Seperti dilaporkan Reuters, Cameron menegaskan bahwa negara-negara lain tidak boleh mendukung Houthi. "Dalam rangka untuk memulihkan stabilitas, apa yang kita butuhkan adalah proses politik dan sebagai bagian dari proses itu, negara-negara lain tidak boleh mendukung pemberontak Houthi,” jelas juru bicara Cameron, seperti dikutip dari Reuters.
“Sebaliknya, kita perlu mendorong semua pihak di Yaman dengan berbagai kepentingan yang berbeda, untuk terlibat bersama-sama dalam proses politik, " lanjut kata juru bicara itu.
Percakapan telepon ini dilakukan setelah Arab Saudi dan sejumlah negara-negara Teluk melancarkan serangan udara ke basis pemberontak Houthi di Yaman. Serangan dilancarkan setelah Presiden Yaman meminta bantuan militer pada Saudi.
Sejumlah negara mengecam serangan udara itu, yang dianggap akan memperkeruh situasi Yaman. Serangan itu sendiri menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.
(esn)