Perang Ukraina Renggut 6 Ribu Jiwa, AS dan Rusia Berunding Alot
Senin, 02 Maret 2015 - 18:16 WIB
Perang Ukraina Renggut 6 Ribu Jiwa, AS dan Rusia Berunding Alot
A
A
A
JENEWA - PBB mengumumkan bahwa perang di Ukraina timur telah merenggut lebih dari 6 ribu jiwa dalam tempo kurang dari setahun. Sementara itu, Amerika Serikat (AS) dan Rusia kembali berunding alot di Jenewa untuk mengakhiri perang di Ukraina timur.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Senin (2/3/2015). Pertemuan kedua diplomat tinggi dunia itu terjadi setelah pekan lalu, Kerry menuduh Rusia berbohong dengan berdalih tidak terlibat dalam konflik di Ukraina timur.
PBB dalam laporannya hari ini menyebut situasi di Ukraina timur semakin suram. ”Lebih dari 6 ribu jiwa kini telah tewas dalam waktu kurang dari setahun karena pertempuran di Ukraina timur," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra'ad Al Hussein, dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Itar-Tass.
Laporan mencakup penahanan sewenang-wenang, penyiksaan dan penghilangan paksa warga sipil yang dilakukan kedua kubu yang bertikai, yakni kelompok bersenjata di Ukraina timur dan aparat bersenjata Ukraina.
”Banyak yang telah terjebak di daerah konflik, terpaksa berlindung di ruang bawah tanah, dengan hampir tidak ada air minum, makanan, pemanas, listrik atau obat-obatan,” ujar Zeid.
Asisten Sekretaris Jenderal untuk Hak Asasi Manusia PBB, Ivan Simonovic, juga mengomentari laporan itu. ”Secara terencana, wilayah sipil dapat menjadi area kejahatan perang dan jika meluas akan menjadi kejahatan sistematis, dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujarnya.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Senin (2/3/2015). Pertemuan kedua diplomat tinggi dunia itu terjadi setelah pekan lalu, Kerry menuduh Rusia berbohong dengan berdalih tidak terlibat dalam konflik di Ukraina timur.
PBB dalam laporannya hari ini menyebut situasi di Ukraina timur semakin suram. ”Lebih dari 6 ribu jiwa kini telah tewas dalam waktu kurang dari setahun karena pertempuran di Ukraina timur," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra'ad Al Hussein, dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Itar-Tass.
Laporan mencakup penahanan sewenang-wenang, penyiksaan dan penghilangan paksa warga sipil yang dilakukan kedua kubu yang bertikai, yakni kelompok bersenjata di Ukraina timur dan aparat bersenjata Ukraina.
”Banyak yang telah terjebak di daerah konflik, terpaksa berlindung di ruang bawah tanah, dengan hampir tidak ada air minum, makanan, pemanas, listrik atau obat-obatan,” ujar Zeid.
Asisten Sekretaris Jenderal untuk Hak Asasi Manusia PBB, Ivan Simonovic, juga mengomentari laporan itu. ”Secara terencana, wilayah sipil dapat menjadi area kejahatan perang dan jika meluas akan menjadi kejahatan sistematis, dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujarnya.
(mas)