Nabi Muhammad Kembali Dilecehkan, Dunia Islam Murka

Rabu, 14 Januari 2015 - 17:24 WIB
Nabi Muhammad Kembali...
Nabi Muhammad Kembali Dilecehkan, Dunia Islam Murka
A A A
KAIRO - Tindakan Charlie Hebdo yang kembali menampilan karikatur Nabi Muhammad dalam edisi baru mereka memancing amarah umat Muslim di dunia. Pusat Studi Islam Al Azhar di Kairo, Mesir menyebut aksi ini sebagai pelecehan bagi umat Muslim, dan tidak sesuai dengan prinsip toleransi.

"Kartun baru Charlie Hebdo akan membangkitkan kebencian, dan hal ini tidak sejalan dengan konsep toleransi, prinsip hidup berdampingan dengan damai dan penuh penghormatan," ungkap pihak Al Azhar, seperti dilansir Channel News Asia. Rabu (14/1/2015).

Sebelumnya, Lembaga Fatwa di Mesir, Dar al-Ifta terlebih dahulu angkat bicara terkait kebijakan redaksi Charlie Hebdo tersebut. Mereka mengecam keras penerbitan kartun tersebut, dan menyebut tindakan tersebut sebagai aksi provokasi kepada umat Muslim di seluruh dunia.

Sikap keras juga ditujunkan oleh sebuah media online Iran, Tabnak, yang dengan tegas menyebut Charlie Hebdo kembali melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad. Langkah Charlie Hebdo ini memang terbilang kontroversial, karena terjadi hanya beberapa hari setelah aksi teror yang melanda mereka, dimana 12 orang tewas dalam insiden itu.

Sementara itu, di dalam negeri sikap serupa ditunjukan oleh mantan presiden Indonesia, Susilo Bambang Yuhdoyono (SBY). Dalam kicauan di Twitter pribadi, dia menyebut pembuatan karikatur Nabi Muhammad sebagai kebebasan yang kebablasan, dan turut mengecam keras langkah Charlie Hebdo itu.

"Membuat gambar Nabi Muhammad, apalagi karikatur, bagi umat Islam sangat ditabukan. Ini juga berlaku bagi umat Islam sendiri," tulis SBY. "Membuat karikatur Nabi Muhammad bukan hanya membikin marah kaum yang ekstrim dan radikal, tetapi juga umat Islam secara keseluruhan," imbuhnya.
Nabi Muhammad Kembali Dilecehkan, Dunia Islam Murka

Menurutnya, hal ini terjadi karena ada perbedaan pangan mengenai arti kebebasan berpendapat di dunia Barat dan Timur. Di Barat, kebebasan itu adalah mutlak dan tidak mengenal batas, sedangkan di Timur kebebasan tetap dijunjung tinggi, namun dengan batasan tertentu.

Namun, satu hal yang disayangkan, hingga saat ini pemerintah Indonesia belum secara resmi memberikan komentar terkait penerbitan kartun baru Charlie Hebdo tersebut. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, harusnya Indonesia menjadi salah satu yang terdepan dalam mengecam hal ini.
(esn)
Berita Terkait
Profesor Mesir Diskors...
Profesor Mesir Diskors karena Menghina Nabi Muhammad SAW
Polemik Kartun Nabi...
Polemik Kartun Nabi Muhammad, Menlu Prancis Sebut Negaranya Menghormati Islam
Imam Al Azhar: Jika...
Imam Al Azhar: Jika Menghina Nabi Muhammad Kebebasan Berbicara, Kami Tegas Menolak
Mesir Tuan Rumah Pembicaraan...
Mesir Tuan Rumah Pembicaraan untuk Menghidupkan Dialog Israel-Palestina
5 Ratu Paling Cantik...
5 Ratu Paling Cantik di Dunia Sepanjang Sejarah
Dipinjam, Sarkofagus...
Dipinjam, Sarkofagus Firaun Ramses II Akan Diboyong ke Paris
Berita Terkini
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
33 menit yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
1 jam yang lalu
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
1 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
10 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
11 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved