Dituduh Nodai Alquran, Pasangan di Pakistan Dibakar
Kamis, 06 November 2014 - 15:14 WIB
Dituduh Nodai Alquran, Pasangan di Pakistan Dibakar
A
A
A
LAHORE - Sebanyak 44 orang di Paksitan ditangkap setelah memukuli dan membakar pasangan suami istri yang dituduh menodai kitab suci Alquran.
Pasangan suami istri beragama Kristen itu diamuk dan dibakar di tungku yang biasa digunakan untuk membakar batu bata. Menurut media setempat, korban dilempar ke tungku saat masih hidup.
Pembunuhan sadis itu terjadi di Kota Kot Radha Kishan, 60 kilometer sebelah barat daya Lahore, Ibu Kota Provinsi Punjab, Pakistan pada Selasa pagi.
”Massa menyerang beberapa warga Kristen setelah menuduh mereka menodai kitab suci Alquran, dan kemudian membakar tubuh mereka di tempat pembuatan batu bata di mana mereka bekerja,” kata pejabat polisi setempat, Bin-Yameen, kepada AFP, Kamis (6/11/2014).
Polisi hanya mengidentifikasi korban dengan nama kecil mereka yakni, Shama dan Shehzad. Keduanya, kata Yameen adalah pasangan suami istri.
Shama dan Shehzad diduga sudah disandera sebelum dibunuh oleh massa.”Sekelompok gerombolan menyerang gedung tempat mereka berada,” kata Sardar Mushtaq Gill, seorang aktivis hak asasi mansuia seperti dikutip NBC.
”Massa mematahkan kaki mereka, sehingga mereka tidak bisa lari dan kemudian melemparkan mereka ke dalam api. Hanya beberapa tulang dan rambut yang ditemukan di lokasi tersebut,” imbuh dia.
Pasangan suami istri beragama Kristen itu diamuk dan dibakar di tungku yang biasa digunakan untuk membakar batu bata. Menurut media setempat, korban dilempar ke tungku saat masih hidup.
Pembunuhan sadis itu terjadi di Kota Kot Radha Kishan, 60 kilometer sebelah barat daya Lahore, Ibu Kota Provinsi Punjab, Pakistan pada Selasa pagi.
”Massa menyerang beberapa warga Kristen setelah menuduh mereka menodai kitab suci Alquran, dan kemudian membakar tubuh mereka di tempat pembuatan batu bata di mana mereka bekerja,” kata pejabat polisi setempat, Bin-Yameen, kepada AFP, Kamis (6/11/2014).
Polisi hanya mengidentifikasi korban dengan nama kecil mereka yakni, Shama dan Shehzad. Keduanya, kata Yameen adalah pasangan suami istri.
Shama dan Shehzad diduga sudah disandera sebelum dibunuh oleh massa.”Sekelompok gerombolan menyerang gedung tempat mereka berada,” kata Sardar Mushtaq Gill, seorang aktivis hak asasi mansuia seperti dikutip NBC.
”Massa mematahkan kaki mereka, sehingga mereka tidak bisa lari dan kemudian melemparkan mereka ke dalam api. Hanya beberapa tulang dan rambut yang ditemukan di lokasi tersebut,” imbuh dia.
(mas)