Pemerintah Hong Kong Bantah Kerahkan Preman Bayaran

Sabtu, 04 Oktober 2014 - 16:19 WIB
Pemerintah Hong Kong...
Pemerintah Hong Kong Bantah Kerahkan Preman Bayaran
A A A
HONG KONG - Pemerintah Hong Kong marah dan membantah tuduhan telah mengerahkan preman bayaran yang terlibat bentrok dengan para demonstran pro-demokrasi.

”Orang-orang mengatakan, pemerintah telah menutup mata terhadap aksi preman, atau bahkan bekerja sama dengan preman,” kata Menteri Keamanan Lai Tung-Kwok kepada wartawan, Sabtu (4/10/2014). ”Tuduhan ini dibuat-buat dan berlebihan,” lanjut dia.

Sementara itu, pihak China menuduh kampanye pro- demokrasi telah mendestabilisasi kota Hong Kong. ”Tindakan yang diambil oleh polisi Hong Kong untuk menangani para demonstran merupakan kebutuhan tak terelakkan untuk mempertahankan aturan hukum,” bunyi editorial People Daily, media corong Partai Komunis yang berkuasa di China.

Dari 19 orang yang ditangkap dalam bentrokan Jumat petang, menurut polisi ada delapan orang yang diduga preman. Sebelumnya, Federasi Mahasiswa Hong Kong, menyatakan, para preman bayaran telah menghancurkan tenda dan barikade yang dibangun para aktivis pro-demokrasi yang menuntut Pemilu langsung 2017.

Akibat bentrokan itu, mereka membatalkan rencana untuk berbicara dengan pemerintah Hong Kong. “Tidak ada pilihan lain selain membatalkan pembicaraan (dengan pemerintah),” bunyi pernyataan federasi itu.
(mas)
Berita Terkait
Dua Legislator Pro Demokrasi...
Dua Legislator Pro Demokrasi Hong Kong Diciduk Polisi
Warga Hong Kong Peringati...
Warga Hong Kong Peringati Setahun Bentrok Demonstran-Polisi
Demonstran Hong Kong...
Demonstran Hong Kong Gelar Aksi di Dalam Mall
Pengunjuk Rasa Hong...
Pengunjuk Rasa Hong Kong Tolak RUU Keamanan Baru
Aktivis Demokrasi Hong...
Aktivis Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Ditangkap
Setahun, 117 Orang Ditangkap...
Setahun, 117 Orang Ditangkap di Bawah Undang-undang Keamanan Hong Kong
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
49 menit yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
1 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
2 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
3 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
4 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
5 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved