Singgung WNI, Ini Transkrip Telepon soal Penembakan MH17
Jum'at, 18 Juli 2014 - 11:30 WIB
Singgung WNI, Ini Transkrip Telepon soal Penembakan MH17
A
A
A
DONETSK - Media Ukraina menerbitkan rekaman percakapan telepon yang diklaim suara intelijen Rusia dan komandan separatis pro-Rusia di Ukraina timur. Percakapan itu membicarakan soal penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17, kemarin.
Pesawat MH17 pembawa 298 orang itu terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur. Namun, saat melintasi zona perang di Ukraina timur, pesawat itu jatuh diduga kuat karena ditembak dengan rudal.
Para pejabat intelijen Amerika Serikat membenarkan pesawat MH17 ditembak dengan rudal. Tapi, tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas insiden itu. Baik kubu militer Ukraina maupun separatis pro-Rusia sama-sama menyangkal sebagai pelakunya.
Laman Daily Mail, pada Jumat (18/7/2014) melansir sebagian transkip percakapan telepon itu. Namun, keaslian rekaman itu belum bisa diverifikasi secara independen.
Pada transkip bagian pertama, ada seseorang bernama Igor Bezler, yang oleh Ukraina disebut sebagai seorang perwira intelijen Rusia, sekaligus komandan terkemuka Republik Rakayat Donetsk (separatis pro-Rusia). Dalam percakapan itu dia mengatakan kepada seorang; ”Kami baru saja menembak jatuh pesawat sekitar 30 menit yang lalu,” bunyi percakapan telepon itu.
Pada transkip kedua ada rekaman lebih rinci, di mana seorang separatis pro-Rusia dengan nama julukan “Mayor”. Orang bernama Mayor ini menelepon temannya dengan kode nama “Yunani” yang diduga intelijen Rusia. Berikut penggalan percakapan itu.
Mayor: “Itu 100 persen pesawat penumpang (sipil).”
Yunani: "Apa jenis pesawatnya?" (Baca: Australia Tuduh Separatis Pro-Rusia Penembak Jatuh MH17)
Mayor: "Saya belum pastikan. Saya belum ke lokasi utama. Saya hanya mengamati adegan di mana badan (pesawat) pertama jatuh. Ada sisa-sisa yang lain.”
Yunani: ”Apakah ada sesuatu yang tersisa dari senjata?" Dia masih berharap pesawat yang jatuh itu pesawat militer.
Mayor: "Benar-benar tidak ada. Hanya barang-barang sipil, seperti obat, handuk, kertas toilet.”
Yunani: "Apakah ada dokumen?"
Mayor: "Ya, seorang mahasiswa Indonesia. Dari sebuah universitas di Thompson." Tidak jelas, mahasiswa Indonesia yang disinggung dalam percakapan telepon itu siapa, dan dokumen apa yang dimaksud.
Pihak separatis pro-Rusia menyangkal menembak jatuh pesawat MH17. Mereka menegaskan, tidak memiliki sistem pertahanan secanggih itu untuk menembak sebuah pesawat.
Sebaliknya, media Rusia, Itar-Tass justru merilis laporan kejanggalan. Di mana ada dua pesawat jet tempur yang mendekati pesawat MH17 tiga menit sebelum pesawat MH17 jatuh. (Baca juga: Dua Jet Tempur Ukraina Dekati MH17 sebelum Jatuh)
Pesawat MH17 pembawa 298 orang itu terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur. Namun, saat melintasi zona perang di Ukraina timur, pesawat itu jatuh diduga kuat karena ditembak dengan rudal.
Para pejabat intelijen Amerika Serikat membenarkan pesawat MH17 ditembak dengan rudal. Tapi, tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas insiden itu. Baik kubu militer Ukraina maupun separatis pro-Rusia sama-sama menyangkal sebagai pelakunya.
Laman Daily Mail, pada Jumat (18/7/2014) melansir sebagian transkip percakapan telepon itu. Namun, keaslian rekaman itu belum bisa diverifikasi secara independen.
Pada transkip bagian pertama, ada seseorang bernama Igor Bezler, yang oleh Ukraina disebut sebagai seorang perwira intelijen Rusia, sekaligus komandan terkemuka Republik Rakayat Donetsk (separatis pro-Rusia). Dalam percakapan itu dia mengatakan kepada seorang; ”Kami baru saja menembak jatuh pesawat sekitar 30 menit yang lalu,” bunyi percakapan telepon itu.
Pada transkip kedua ada rekaman lebih rinci, di mana seorang separatis pro-Rusia dengan nama julukan “Mayor”. Orang bernama Mayor ini menelepon temannya dengan kode nama “Yunani” yang diduga intelijen Rusia. Berikut penggalan percakapan itu.
Mayor: “Itu 100 persen pesawat penumpang (sipil).”
Yunani: "Apa jenis pesawatnya?" (Baca: Australia Tuduh Separatis Pro-Rusia Penembak Jatuh MH17)
Mayor: "Saya belum pastikan. Saya belum ke lokasi utama. Saya hanya mengamati adegan di mana badan (pesawat) pertama jatuh. Ada sisa-sisa yang lain.”
Yunani: ”Apakah ada sesuatu yang tersisa dari senjata?" Dia masih berharap pesawat yang jatuh itu pesawat militer.
Mayor: "Benar-benar tidak ada. Hanya barang-barang sipil, seperti obat, handuk, kertas toilet.”
Yunani: "Apakah ada dokumen?"
Mayor: "Ya, seorang mahasiswa Indonesia. Dari sebuah universitas di Thompson." Tidak jelas, mahasiswa Indonesia yang disinggung dalam percakapan telepon itu siapa, dan dokumen apa yang dimaksud.
Pihak separatis pro-Rusia menyangkal menembak jatuh pesawat MH17. Mereka menegaskan, tidak memiliki sistem pertahanan secanggih itu untuk menembak sebuah pesawat.
Sebaliknya, media Rusia, Itar-Tass justru merilis laporan kejanggalan. Di mana ada dua pesawat jet tempur yang mendekati pesawat MH17 tiga menit sebelum pesawat MH17 jatuh. (Baca juga: Dua Jet Tempur Ukraina Dekati MH17 sebelum Jatuh)
(mas)