Dituduh Mencuri, Tangan Dua Pria Pakistan Dipotong Polisi
Selasa, 03 Juni 2014 - 15:19 WIB
Dituduh Mencuri, Tangan Dua Pria Pakistan Dipotong Polisi
A
A
A
BAHAWALPUR - Polisi Pakistan memotong tangan kiri dua pria yang dituduh mencuri. Tindakan polisi itu dilakukan, setelah keduanya menolak untuk mengakui telah mencuri kabel listrik dan telepon selular.
Kedua pria itu adalah Ghulam Mustafa, 38, dan Liaquat Ali, 42. Mereka mengatakan, polisi telah memotong tangan mereka dengan pisau daging besar pada Jumat lalu.
”Empat sampai lima polisi menahan saya, dan memotong tangan saya. Saya pingsan karena rasa sakit,” kata Mustafa di rumah sakit di Bahawalpur, di Provinsi Punjab, seperti dikutip Reuters, semalam (2/6/2014).
”Saya dan Liaquat ditangkap delapan hari lalu, setelah warga lokal melakukan tuduhan palsu kepada kami. Kami dituduh mencuri dan kami diserahkan kepada polisi. Polisi memukul dan menyiksa kami Kemudian pada hari Jumat, mereka melakukan ini (memotong tangan),” lanjut Mustafa.
Sementara itu, polisi membantah pernyataan mereka. Menurut polisi, kedua pria itu memotong tangannya sendiri dalam upaya bunuh diri. Namun, tidak jelas bagaimana kedua pria itu bisa memotong tangannya sendiri.
Staf rumah sakit mengatakan, para pria itu dibawa ke rumah sakit oleh dua polisi sekitar delapan jam setelah tangan mereka dipotong. Keduanya telah kehilangan banyak darah. ”Ini terlihat seperti (dipotong dengan) kapak atau alat serupa. Ini bukan tindakan melukai diri sendiri,” kata Aamir Ahmed, kepala bangsal darurat RS tersebut kepada Reuters.
Ahmed melanjutkan, Mustafa tiba di rumah sakit dengan kondisi tangan terputus sama sekali. Sedangkan seorang polisi membawa potongan tangan di dalam kantong plastik. Sedangkan Liaquat yang tangannya juga dipotong belum putus total.
”Kami telah menjahit tangan Liaquat tembali tetapi masih menunggu sekitar seminggu, apakah tangan itu masih bisa berfungsi atau tidak,” ujar Ahmed.
Seorang juru bicara polisi regional, Nabeela Ghazanfar, membantah tuduhan bahwa polisi telah memotong tangan kedua pria itu.”Mereka tertangkap mencuri dan meronta-ronta oleh (aksi) penduduk setempat, tapi akhirnya diselamatkan oleh polisi dan dibawa ke rumah sakit,” kata Ghazanfar.
“Istri Mustafa dan beberapa perempuan lainnya datang menemui mereka di rumah sakit dan memberi mereka makanan, pakaian dan pisau cukur. Mereka menggunakan pisau untuk memotong pergelangan tangan mereka,” lanjut dia.
Kedua pria itu adalah Ghulam Mustafa, 38, dan Liaquat Ali, 42. Mereka mengatakan, polisi telah memotong tangan mereka dengan pisau daging besar pada Jumat lalu.
”Empat sampai lima polisi menahan saya, dan memotong tangan saya. Saya pingsan karena rasa sakit,” kata Mustafa di rumah sakit di Bahawalpur, di Provinsi Punjab, seperti dikutip Reuters, semalam (2/6/2014).
”Saya dan Liaquat ditangkap delapan hari lalu, setelah warga lokal melakukan tuduhan palsu kepada kami. Kami dituduh mencuri dan kami diserahkan kepada polisi. Polisi memukul dan menyiksa kami Kemudian pada hari Jumat, mereka melakukan ini (memotong tangan),” lanjut Mustafa.
Sementara itu, polisi membantah pernyataan mereka. Menurut polisi, kedua pria itu memotong tangannya sendiri dalam upaya bunuh diri. Namun, tidak jelas bagaimana kedua pria itu bisa memotong tangannya sendiri.
Staf rumah sakit mengatakan, para pria itu dibawa ke rumah sakit oleh dua polisi sekitar delapan jam setelah tangan mereka dipotong. Keduanya telah kehilangan banyak darah. ”Ini terlihat seperti (dipotong dengan) kapak atau alat serupa. Ini bukan tindakan melukai diri sendiri,” kata Aamir Ahmed, kepala bangsal darurat RS tersebut kepada Reuters.
Ahmed melanjutkan, Mustafa tiba di rumah sakit dengan kondisi tangan terputus sama sekali. Sedangkan seorang polisi membawa potongan tangan di dalam kantong plastik. Sedangkan Liaquat yang tangannya juga dipotong belum putus total.
”Kami telah menjahit tangan Liaquat tembali tetapi masih menunggu sekitar seminggu, apakah tangan itu masih bisa berfungsi atau tidak,” ujar Ahmed.
Seorang juru bicara polisi regional, Nabeela Ghazanfar, membantah tuduhan bahwa polisi telah memotong tangan kedua pria itu.”Mereka tertangkap mencuri dan meronta-ronta oleh (aksi) penduduk setempat, tapi akhirnya diselamatkan oleh polisi dan dibawa ke rumah sakit,” kata Ghazanfar.
“Istri Mustafa dan beberapa perempuan lainnya datang menemui mereka di rumah sakit dan memberi mereka makanan, pakaian dan pisau cukur. Mereka menggunakan pisau untuk memotong pergelangan tangan mereka,” lanjut dia.
(mas)