Afghanistan bebaskan 77 tahanan, Inggris gusar
Jum'at, 21 Maret 2014 - 02:22 WIB
Afghanistan bebaskan 77 tahanan, Inggris gusar
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Afghanistan pada Kamis (20/3/2014), membebaskan 77 tahanan dari Penjara Bagram yang ditangkap oleh tentara asing. Langkah ini mendapat tentangan dari pasukan Inggris yang bergabung dalam misi NATO di Afghanistan.
"Kami tidak setuju dengan pembebasan ini, 39 dari mereka yang dibebaskan pada Kamis, ditangkap oleh pasukan Inggris,” tegas Tim James, juru bicara Kedutaan Besar Inggris di Afghanistan.
Sebelumnya, pemerintahan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, sudah lama mengeluhkan bahwa pasukan asing telah menahan banyak warga Afghanistan tanpa tuduhan dan proses hukum yang jelas. Bulan lalu, Afghanistan telah membebaskan sejumlah tahanan yang menyebabkan ketegangan dengan Amerika Serikat.
Para tahanan sendiri mengeluhkan hal yang sama. "Mereka (pasukan asing) menangkap saya tanpa bukti apapun. Mereka telah merugikan pendidikan dan keluarga saya," ucap salah seorang tahanan yang dibebaskan, Mohammad Enam. Ia sempat ditahan selama hampir satu tahun di penjara Bagram.
Mowlawi Nazar Mohammad, seorang tahanan dari Provinsi Helmand, mengatakan kepada Reuters, bahwa ia telah diancam. "Di hari pertama, tentara Inggris mengatakan pada para tahanan, bahwa mereka datang ke sini untuk membalas dendam,” ungkap Mohammad, seperti dikutip dari Reuters.
"Kami tidak setuju dengan pembebasan ini, 39 dari mereka yang dibebaskan pada Kamis, ditangkap oleh pasukan Inggris,” tegas Tim James, juru bicara Kedutaan Besar Inggris di Afghanistan.
Sebelumnya, pemerintahan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, sudah lama mengeluhkan bahwa pasukan asing telah menahan banyak warga Afghanistan tanpa tuduhan dan proses hukum yang jelas. Bulan lalu, Afghanistan telah membebaskan sejumlah tahanan yang menyebabkan ketegangan dengan Amerika Serikat.
Para tahanan sendiri mengeluhkan hal yang sama. "Mereka (pasukan asing) menangkap saya tanpa bukti apapun. Mereka telah merugikan pendidikan dan keluarga saya," ucap salah seorang tahanan yang dibebaskan, Mohammad Enam. Ia sempat ditahan selama hampir satu tahun di penjara Bagram.
Mowlawi Nazar Mohammad, seorang tahanan dari Provinsi Helmand, mengatakan kepada Reuters, bahwa ia telah diancam. "Di hari pertama, tentara Inggris mengatakan pada para tahanan, bahwa mereka datang ke sini untuk membalas dendam,” ungkap Mohammad, seperti dikutip dari Reuters.
(esn)